Category Archive for Linux

SMS Gateway menggunakan Gammu di Ubuntu

Gammu adalah software opensource yang cukup handal untuk membangun SMS gateway. pada penerapannya, bisa dikembangkan menjadi berbagai macam aplikasi terapan seperti untuk pooling SMS, server pengisian pulsa dan sebagainya. Konsep dan cara kerja gammu sangat sederhana. Gammu melakukan koneksi ke HP. membaca SMS yang ada di handphone mengambilnya, dan menyimpannya ke dalam media penyimpanan di komputer. baik itu berupa file text atau ke dalam database seperti MySQL ataupun PostgreSQL.

Pada percobaan ini, saya menggunakan HP siemens M55 dengan kabel konektor BlueTech USB.

skema..

[hahdphone] <-> [gammu] <-> [Database Mysql] <-> [Intefaces]

Installasi Gammu

gammu dapat di download di website  resminya di sini
http://dl.cihar.com/gammu/releases/gammu-1.27.92.tar.gz

Download gammu
#wget http://dl.cihar.com/gammu/releases/gammu-1.27.92.tar.gz

Read the rest of this entry »

Installasi Server Linux untuk Warnet Speedy (2) – Optimalisasi Bandwidth

Untuk mengoptimalkan bandwidth user, yang perlu kita lakukan adalah menginstall proxy server. Di linux, squid adalah software yang dugunakan sebagai proxy server.

Fungsi proxy server ada beberapa. Diantaranya adalah

1. Web Cache

Fungsi ini adalah dimana proxy bertugas sebagai internet server. Dimana ketika ada permintaan website dari user, proxy akan mengambil datanya ke internet, kemudian menyimpannya (caching) dalam memory di proxy. untuk kemudian dapat digunakan kembali. jika ada  request pada halaman yang berisi gambar, text yang sebelumnya pernah diakses sebelumnya  maka data tersebut tidak harus diambil langsung ke internet melainkan data akan diberikan oleh proxy server local. jadi bandwidth lebih irit. Read the rest of this entry »

Installasi Server Linux untuk Warnet Speedy (1)

Baru – baru ini saya dapat job pasang server gateway di sebuah perusahaan yang tidak perlu saya sebutkan namanya. kenapa ada embel2 warnet di judulnya ? ya.. sebelas-duabelas lah.. masih  mirip – miriplah..

Skenarionya begini.

warnet berlangganan sapidi, terus yang akan kita lakukan adalah menginstall server warnet. yang berisi iptables, dns server, dhcp server, proxy, apache dan lain sebagainya. tutorial ini akan panjang, jadi saya split menjadi beberapa bagian.

diagram ini adalah skenarionya

jaringan lokal <–> server warnet <–> modem sapidi <–> internet…

Read the rest of this entry »

Management Raid di linux

melanjutkan artikel di sebelum ini tentang raid, http://taujago.web.id/index.php/2009/07/16/raid-di-linux/

Berikut ini saya akan membahas tentan bagaimana memanage raid yang sudah ada.

SIMULASI KEGAGALAN DEVICE

tidak salamanya sistem akan running well. mestinya akan ada saat dimana hardware akan mengalami kerusakan. jika kerusakan terjadi pada salah satu anggota raid, maka kita dapat melakukan tindakan recovery. seperti berikut

Membuat (simulasi) salah satu disk rusak


[root@linux-c ~]# mdadm --manage /dev/md0 --fail /dev/sda6
mdadm: set /dev/sda6 faulty in /dev/md0

[root@linux-c ~]# mdadm –detail /dev/md0
/dev/md0:
Version : 00.90.03
Creation Time : Thu Jul 16 09:12:54 2009
Raid Level : raid5
Array Size : 401408 (392.07 MiB 411.04 MB)
Used Dev Size : 200704 (196.03 MiB 205.52 MB)
Raid Devices : 3
Total Devices : 3
Preferred Minor : 0
Persistence : Superblock is persistent

Update Time : Fri Jul 17 09:14:35 2009
State : clean, degraded
Active Devices : 2
Working Devices : 2
Failed Devices : 1
Spare Devices : 0

Layout : left-symmetric
Chunk Size : 64K

UUID : 6fa881cb:eb293a09:2e07491f:08ad2ea9
Events : 0.6

Number Major Minor RaidDevice State
0 0 0 0 removed
1 8 7 1 active sync /dev/sda7
2 8 8 2 active sync /dev/sda8

3 8 6 – faulty spare /dev/sda6

walaupun salah satu anggota raid rusak, data dalam direktori yang di simpan di raid device tidak rusak.


[root@linux-c ~]# ll /mnt/testraid/
total 12
drwx------ 2 root root 12288 2009-07-15 11:48 lost+found
-rw-r--r-- 1 root root 0 2009-07-15 11:52 testfile.txt

[root@linux-c ~]# tail -3 /mnt/testraid/testfile.txt
98
99
100

Membuang disk yang rusak dengan cara sbb :


[root@linux-c ~]# mdadm --manage /dev/md0 --remove /dev/sda6
mdadm: hot removed /dev/sda6

Menambahkan disk baru ke dalam Raid


[root@linux-c ~]# mdadm --manage /dev/md0 --add /dev/sda10
mdadm: added /dev/sda10

Cek lagi ..


[root@linux-c ~]# mdadm --detail /dev/md0

Layout : left-symmetric
Chunk Size : 64K

Rebuild Status : 88% complete

UUID : 6fa881cb:eb293a09:2e07491f:08ad2ea9
Events : 0.20

Number Major Minor RaidDevice State
3 8 10 0 spare rebuilding /dev/sda10
1 8 7 1 active sync /dev/sda7
2 8 8 2 active sync /dev/sda8

Raid di linux

RAID (Redundant Array Inexpensive Disk) adalah sebuah mekanisme penggabungan beberapa disk secara fisik, sedangkan secara logikal tetap dianggap sebagai satu direktori. detailnya, silahkan baca di sini :

http://en.wikipedia.org/wiki/RAID

Misalkan kita menghendaki sebuah direktori memiliki ukuran 2Tb. sedangkan kita tidak memiliki disk dengan ukuran tersebut dan hanya memiliki 2 buah HD dengan ukuran masing – masing 1Tb. solusinya adalah dengan menggabungkan disk tersebut. sehingga kita mendapatkan direktori dengan ukuran 2Tb.

Raid memiliki beberapa level untuk konfigurasinya. beberapa diantaranya yang paling banyak digunakan adalah sbb:

- Level 0

level 0 adalah menggabungkan minimal 2 buah disk.  total ukuran disk untuk level 0  adalah akumulasi dari jumlah ukuran disk. tetapi kelemahannya adalah tidak ada fault tolerance.  Jadi, kalau salah satu disk rusak, maka data akan rusak

- Level 1

Level 1 bisa juga disebut dengan mirroring. Dibutuhkan minimal 2 buah disk. dimana, dua buah disk tersebut akan identik satu dengan yang lain. Sehingga jika salah satu disk rusak, maka yang lain bisa menggantikan.

- Level 5

Level 5 membutuhkan minimal 3 disk. ukuran total yang kita dapatkan adalah n-1. Misalkan ada buah 3 disk dengan ukuran masing2 100G, digabungkan dengan raid level 5, maka total ukurannya adalah 200G. sedangkan 100G digunakan untuk spare. Keuntungan dari raid level 5 adalah adanya fault tolerance. Raid level 5 memberikan toleransi kerusakan 1 disk. jika salah satu disk rusak, maka data tetap aman. tidak akan hilang.

Raid dapat dikonfigurasi pada level hardware ataupun pada level sistem operasi. bagi yang menggunakan komputer branded class server atau dedicated server, Raid sudah tersedia. sedangkan bagi yang hardwarenya belum support raid, dapat melakukan konfigurasi raid pada leve OS dalam hal ini, adalah linux.

Membuat Partisi

[root@linux-c ~]# fdisk /dev/sda

The number of cylinders for this disk is set to 4865.
There is nothing wrong with that, but this is larger than 1024,
and could in certain setups cause problems with:
1) software that runs at boot time (e.g., old versions of LILO)
2) booting and partitioning software from other OSs
(e.g., DOS FDISK, OS/2 FDISK)

Command (m for help): n
First cylinder (3055-4865, default 3055):
Using default value 3055
Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (3055-4865, default 4865): +200M

Ubah ID partisi menjadi Linux Raid


Command (m for help): t
Partition number (1-6): 6
Hex code (type L to list codes): fd
Changed system type of partition 6 to fd (Linux raid autodetect)

Lakukan hal yang sama sehingga kita memiliki 3 buah partisi dengan ukuran masing – masing 200M dengan ID Linux Raid. Berikut ini adalah skema akhir partisi

Disk /dev/sda: 40.0 GB, 40020664320 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 4865 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Disk identifier: 0xd6aad6aa

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 * 1 2550 20482843+ 83 Linux
/dev/sda2 2551 2805 2048287+ 82 Linux swap / Solaris
/dev/sda3 2806 2867 498015 83 Linux
/dev/sda4 2868 4865 16048935 5 Extended
/dev/sda5 2868 2892 200781 83 Linux
/dev/sda6 2893 2917 200781 fd Linux raid autodetect
/dev/sda7 2918 2942 200781 fd Linux raid autodetect
/dev/sda8 2943 2967 200781 fd Linux raid autodetect

Membuat Raid Level 5


[root@linux-c ~]# mdadm --create --level=5 /dev/md0 --raid-devices=3 /dev/sda6 /dev/sda7 /dev/sda8

setelah membuat raid, cek apakah raid sudah oke atau belum


[root@linux-c ~]# mdadm --detail /dev/md0

/dev/md0:
Version : 00.90.03
Creation Time : Thu Jul 16 09:12:54 2009
Raid Level : raid5
Array Size : 401408 (392.07 MiB 411.04 MB)
Used Dev Size : 200704 (196.03 MiB 205.52 MB)
Raid Devices : 3
Total Devices : 3
Preferred Minor : 0
Persistence : Superblock is persistent

Update Time : Thu Jul 16 09:13:18 2009
State : clean
Active Devices : 3
Working Devices : 3
Failed Devices : 0
Spare Devices : 0

Layout : left-symmetric
Chunk Size : 64K

UUID : 6fa881cb:eb293a09:2e07491f:08ad2ea9
Events : 0.4

Number Major Minor RaidDevice State
0 8 6 0 active sync /dev/sda6
1 8 7 1 active sync /dev/sda7
2 8 8 2 active sync /dev/sda8

Melakukan format file system


[root@linux-c ~]# mkfs -t ext3 /dev/md0
mke2fs 1.40.8 (13-Mar-2008)
Filesystem label=
OS type: Linux
Block size=1024 (log=0)
Fragment size=1024 (log=0)
100352 inodes, 401408 blocks
20070 blocks (5.00%) reserved for the super user
First data block=1
Maximum filesystem blocks=67633152
49 block groups
8192 blocks per group, 8192 fragments per group
2048 inodes per group
Superblock backups stored on blocks:
8193, 24577, 40961, 57345, 73729, 204801, 221185

Writing inode tables: done
Creating journal (8192 blocks): done
Writing superblocks and filesystem accounting information: done

This filesystem will be automatically checked every 23 mounts or
180 days, whichever comes first. Use tune2fs -c or -i to override.

Buat direktori, dan mount raid device ke direktori tersebut


[root@linux-c ~]# mkdir /mnt/testraid
[root@linux-c ~]# mount /dev/md0 /mnt/testraid/

Cek ukuran direktori /mnt/testraid


[root@linux-c ~]# df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/sda1 20G 4.9G 14G 27% /
tmpfs 501M 1.1M 500M 1% /dev/shm
/dev/sda3 471M 11M 437M 3% /mnt/data
/dev/sr0 3.9G 3.9G 0 100% /media/DVD1-IL082008
/dev/sda5 190M 5.6M 175M 4% /mnt/musik
/dev/md0 380M 11M 350M 3% /mnt/testraid

perhatikan bagian ini
/dev/md0 380M 11M 350M 3% /mnt/testraid

ukuran direktori /mnt/testraid adalah 380M.

Panduan installasi oracle, apache dan php di linux OS

Baru – baru ini saya ditugaskan untuk membuat materi tentang Oracle, PHP di Linux OS. Secara terpisah, ketiga materi tersebut sudah sering saya ajarkan ke peserta saya. tapi dicombine menjadi satu materi, ini adalah sebuah tantangan yang cukup menarik. Materi ini membahas tentang langkah – langkah installasi Oracle 10g di linux. Kemudian mengaksesnya melalui PHP. Beberapa hal sepele tetapi kadang menjadi masalah besar. di sini sudah saya tuliskan dengan cukup lengap.

Karena menemukan banyak kesulitan, akhirnya saya bermaksud mendokumentasikan dan membagi pada yang lain siapa tahu ada yang mengalami kesulitan yang serupa yang saya alami. SIlahkan klik disini untuk mendownloadnyah.. semoga bermanfaat..

Sertifikat Linux+ ku dah datang…

Setelah melaksanakan ujian Comptia Linux+ pada tanggal 4 April kemaren, akhirnya hari ini (28/4), sertifikatnya datang juga.

Comptia Linux+ adalah sertifikasi berstandar internasional yang dikeluarkan oleh CompTIA (Computing Technology Industry Association) untuk professional pengguna Sistem Operasi Linux.  CompTIA sendiri adalah sebuah lembaga nirlaba yang merupakan perkumpulan perusahaan – perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Komputer.

Sertifikat ini sebagai bukti bahwa saya sudah sedikit tahu ato pernah menggunakan sistem operasi linux. Tapi bukan berarti, saya lebih hebat atau tahu segalanya tentang linux, oh.. TIDAK SAMA SEKALI… masih banyak para expert linux di jogja apalagi di indonesia. cuman mereka malas ajah untuk mengikuti ujian sertifikasi karena kemampuan mereka sudah terbukti dan diakui secara de facto. sedangkan saya, pengetahuan tentang linux baru belajar sedikit dan masih belum ada apa-apanya dibandingkan mereka-mereka yang sudah bertahun2 menggunakan linux. Karena tugas saya sebagai seorang instruktur, yang mengajarkan linux, oleh karena itu selain kemampuan secara de facto saya dituntut untuk memiliki bukti di atas kertas sebagai bukti yang mengakui keahlian saya tentang sistem operasi linux. Sehingga peserta yang saya ajarkan lebih mantap dan lebih yakin dengan kemampuan instruktur mereka. Kualitas materi dan instruktur yang qualified  sebanding dengan harga yang harus mereka bayar.

Memiliki sertifikasi adalah tuntutan profesi sebagai instruktur linux tetapi ini tidak menutup kemungkinan bagi  orang lain untuk memilikinya. Dengan memiliki sertifikasi standard internasional, akan mempermudah dan membuka akses untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. karena skill kita sudah diakui dan ada bukti.

Perusahaan tempat saya bekerja sering mengadakan sosialisasi Pentingnya sertifikasi ke kampus – kampus khususnya bagi mahasiswa yang sedang menempuh study  dan lebih khususnya lagi bagi mahasiswa yang sedang berada pada semester akhir. Sebagai bekal untuk bersaing di dunia kerja. Ada yang tertarik ??????

Sertifikat Comptia Linux+Sertifikat Comptia Linux+

Setting Logical Volume Manager (LVM) di Linux

Kadang kala, ketika kita menginstall system untuk skala besar, dibutuhkan space yang besar pula untuk menampung data. yang menjadi permasalahan adalah, ketika space harddisk, tidak mencukupi kebutuhan data kita. solusinya adlah dengan menggabungkan beberapa harddisk menjadi satu logical volume.

Misalkan. Sebuah sistem operasi linux membutuhkan space untuk /home sebesar 20TB(Tera Byte. 1 Terabyte = 1024 GB). Sedangkan maximum kapasistas Harddisk biasanya sampe 400GB. oleh karena itu kita bisa menggabungkan sekitar kurang lebih 50 Harddisk berukurang 400GB. Untuk melakukan hal tersebut, kita bisa menggunakan teknologi LVM yang sudah terinclude dalam sistem operasi linux. Pada percobaan yang saya lakukan, saya menggunakan sistem operasi linux Fedora 8 yang sudah mengikutkan software LVM versi 2.

Read the rest of this entry »

Setting Linux Sebagai Internet Gateway

Sistem operasi linux memang keren kalo dimanfaatkan untuk kepentingan jaringan dan security. Pada artikel ini saya akan membocorkan sedikit. dan mungkin artikel ini sudah basi di internet tapi gk ada salahnya saya ikut-ikutan basi. gk apa-apa basi kalo bisa bermanfaat bagi mereka yang masih newbie dalam menggunakan linux sebagai server. Pada bahasan kali ini, saya akan menjelaskan tentang bagai mana mengeset linux server sebagai router ‘asal bisa konek’ dulu. masalah setting server yang lain dan masalah security akan saya bahas pada artikel berikutnya. Ok. skenarionya begini…. perusahaan saya ato warnet saya berlangganan kepada ISP dan sang ISP memberikan data seperti di bawah ini :

IP addresss : 202.169.234.159 / 24
IP gateway ISP : 202.169.234.1
IP DNS 1 : 202.169.224.3
IP DNS 2 : 202.169.224.4
IP DNS 3 : 202.169.224.11
Read the rest of this entry »

Belajar bagaimana belajar linux

Terkadang sebagai pemula dalam menggunakan linux, kita sering dibingungkan dengan perintah – perintah dasar ataupun utiliti yang ada di dalamnya. pernggunaan linux dengan text mode biasanya menjadi pilihan karena lebih cepat. dibandingkan dengan menggunakan grafis. cuman begitu banyaknya perintah2 dasar dan programn membuat kita bingung untuk mengetik apa.. nah..kali ini kita akan belajar bagaimana cara belajar linux.. aneh. ya… hikss…

ok kita mulai saja… yang membuat linux dengan menggunakan command line menjadi lebih mudah adalah tersedianya manual cara penggunaan untuk hampir seluruh comand dasar dan program2 tertentu.. jikalau kita bingung mengetikkan perintah dan bingung opsi – opsi apa saja yang kita gunakan, kita bisa membaca manualnya.. Read the rest of this entry »