<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TAUJAGO.WEB.ID [ Share IT Knowledge ] &#187; Linux</title>
	<atom:link href="http://taujago.web.id/index.php/category/linux/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://taujago.web.id</link>
	<description>php,linux,wordpress,music,mp3,blog,membuat blog, taujago,firmansyah,information technology,notebook,memilih notebook,virus,worm,server,dhcp,dns,postfix,dns</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Apr 2010 06:59:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>SMS Gateway menggunakan Gammu di Ubuntu</title>
		<link>http://taujago.web.id/index.php/2010/03/05/sms-gateway-menggunakan-gammu-di-ubuntu/</link>
		<comments>http://taujago.web.id/index.php/2010/03/05/sms-gateway-menggunakan-gammu-di-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 17:31:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[smsgateway]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taujago.web.id/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Gammu adalah software opensource yang cukup handal untuk membangun SMS gateway. pada penerapannya, bisa dikembangkan menjadi berbagai macam aplikasi terapan seperti untuk pooling SMS, server pengisian pulsa dan sebagainya. Konsep dan cara kerja gammu sangat sederhana. Gammu melakukan koneksi ke HP. membaca SMS yang ada di handphone mengambilnya, dan menyimpannya ke dalam media penyimpanan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gammu adalah software opensource yang cukup handal untuk membangun SMS gateway. pada penerapannya, bisa dikembangkan menjadi berbagai macam aplikasi terapan seperti untuk pooling SMS, server pengisian pulsa dan sebagainya. Konsep dan cara kerja gammu sangat sederhana. Gammu melakukan koneksi ke HP. membaca SMS yang ada di handphone mengambilnya, dan menyimpannya ke dalam media penyimpanan di komputer. baik itu berupa file text atau ke dalam database seperti MySQL ataupun PostgreSQL.</p>
<p>Pada percobaan ini, saya menggunakan HP siemens M55 dengan kabel konektor BlueTech USB.</p>
<p>skema..<br />
<code><br />
[hahdphone] &lt;-&gt; [gammu] &lt;-&gt; [Database Mysql] &lt;-&gt; [Intefaces]<br />
</code></p>
<p><strong>Installasi Gammu </strong></p>
<p>gammu dapat di download di website  resminya di sini<br />
<code>http://dl.cihar.com/gammu/releases/gammu-1.27.92.tar.gz</code></p>
<p>Download gammu<br />
<code>#wget http://dl.cihar.com/gammu/releases/gammu-1.27.92.tar.gz</code></p>
<p><span id="more-105"></span>Extract hasil download</p>
<p><code><br />
#tar -zxfv gammu-1.27.92.tar.gz</code></p>
<p>masuk ke direktori hasil extract<br />
<code>cd gammu-1.27.92<br />
</code></p>
<p>Sebelum melakukan proses kompilasi, pastikan bahwa cmake, gcc dan library mysql-devel sudah terinstall. cmake untuk proses kompilasi sedangkan mysql-devel digunakan supaya gammu dapat menyimpan SMS ke dalam database mysql.</p>
<p><code><br />
#apt-get install cmake gcc<br />
#apt-get install libmysql++-dev<br />
</code></p>
<p>Lakukan installasi dengan 3 langkah mudah<br />
<code><br />
#./configure --enable-shared<br />
#make<br />
#make test<br />
#make install<br />
</code></p>
<p>Setelah terinstall, kita coba mengkonfigurasi gammu supaya dapat berkomunikasi dengan handphone</p>
<p><code><br />
# gammu-config<br />
Current Gammu configuration<br />
?<br />
?                                                    ?<br />
?  P Port                 (/dev/ttyUSB0)     ?<br />
?  C Connection           (at19200)         ?<br />
?  M Model                ()                     ?<br />
?  D Synchronize time     (yes)            ?<br />
?  F Log file             ()                       ?<br />
?  O Log format           (nothing)          ?<br />
?  L Use locking          ()                    ?<br />
?  G Gammu localisation   ()               ?<br />
?  H Help                                         ?<br />
?  S Save                                        ?<br />
?                                                   ?<br />
?                                                   ?<br />
?                              |<br />
</code></p>
<p>Pilih menu <strong>Port</strong> dan ganti dengan  /dev/ttyUSB0 karena kabel yang saya gunakan menggunakan port usb ke komputer<br />
Untuk<strong> Connection </strong>pilih at19200. ini merupakan tipe koneksi default. jika anda menggunakan jenis HP yang berbeda, silahkan sesuaikan.</p>
<p>Pilih menu <strong>Save</strong> kemudian OK</p>
<p>pada dasarnya, yang kita lakukan tadi adalah menciptakan sebuah file yang disimpan dalam home direktori user dengan nama .gammurc<br />
silahkan cek isi file tersebut.</p>
<p>Test koneksi ke HP dengan gammu</p>
<p><code><br />
# gammu --identify<br />
Device               : /dev/ttyUSB0<br />
Manufacturer         : Siemens<br />
Model                : unknown (M55)<br />
Firmware             : 10<br />
IMEI                 : 352027003098230<br />
SIM IMSI             : 510102833201906<br />
</code></p>
<p>Konfigurasi SMS daemon menggunakan database mysql</p>
<p>1. Buat database dengan nama sms<br />
<code><br />
#mysqladmin create sms -uroot -p<br />
#mysql sms -uroot -p &lt;  /usr/local/share/doc/gammu/examples/sql/mysql.sql<br />
</code></p>
<p>2. Membuat konfigurasi smsd. Gammu sudah membuatkan contoh konfigurasi file untuk smsd. kita bisa mengambilnya dari file  /usr/local/share/doc/gammu/examples/config/smsrc. yang perlu kita lakukan adalah dengan mengcopy file tersebut dan simpan dalam direktori /etc<br />
<code><br />
#cp /usr/local/share/doc/gammu/examples/config/smsdrc /etc<br />
</code></p>
<p>3. Edit file /etc/smsdrc dan rubah pada bagian berikut<br />
<code><br />
[gammu]<br />
port = /dev/ttyUSB0<br />
connection = at19200<br />
[smsd]<br />
service = mysql<br />
user = root<br />
password = rahasia<br />
pc = localhost<br />
database = sms<br />
</code></p>
<p>4. Menjalankan Gammu sebagai SMS daemon<br />
<code><br />
# gammu-smsd -c /etc/smsdrc<br />
</code></p>
<p>Setelah menjalankan perintah di atas, gammu akan mulai bekerja. membaca sms di HP kemudian menyimpannya ke dalam database MySQL dan menghapus SMS yang ada di HP. coba cek inbox HP. jika SMSnya berkurang, berarti gammu sudah berjalan dengan benar. jika tidak, silahkan periksa file smsdlog</p>
<p>Membaca dan mengirim  SMS<br />
untuk membaca SMS, kita dapat melakukan query pada tabel inbox di dalam database sms<br />
<code><br />
mysql&gt; select * from inbox;<br />
</code></p>
<p>Sedangkan jika ingin mengirimkan SMS, dapat dilakukan dengan menginputkan tabel outbox<br />
<code><br />
mysql&gt; insert into outbox(DestinationNumber,TextDecoded) values('081328080020','Test sms gammu');<br />
</code></p>
<p>Jadi, untuk mengelola SMS, baik untuk mengirimkan atau membaca SMS yang masuk tinggal mengutak-atik tabel-tabel yang ada di database sms. karena sudah disimpan dalam database, kita dapat membuat interface dengan menggunakan PHP,VisualBasic, Delphi, Java atau apapun sepanjang dapat mengakses database MySQL.<br />
Terima kasih, dan selamat mencoba</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taujago.web.id/index.php/2010/03/05/sms-gateway-menggunakan-gammu-di-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Installasi Server Linux untuk Warnet Speedy (2) &#8211; Optimalisasi Bandwidth</title>
		<link>http://taujago.web.id/index.php/2010/02/23/installasi-server-linux-untuk-warnet-speedy-2-optimalisasi-bandwidth/</link>
		<comments>http://taujago.web.id/index.php/2010/02/23/installasi-server-linux-untuk-warnet-speedy-2-optimalisasi-bandwidth/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 11:05:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taujago.web.id/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengoptimalkan bandwidth user, yang perlu kita lakukan adalah menginstall proxy server. Di linux, squid adalah software yang dugunakan sebagai proxy server.
Fungsi proxy server ada beberapa. Diantaranya adalah
1. Web Cache
Fungsi ini adalah dimana proxy bertugas sebagai internet server. Dimana ketika ada permintaan website dari user, proxy akan mengambil datanya ke internet, kemudian menyimpannya (caching) dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mengoptimalkan bandwidth user, yang perlu kita lakukan adalah menginstall proxy server. Di linux, squid adalah software yang dugunakan sebagai proxy server.</p>
<p>Fungsi proxy server ada beberapa. Diantaranya adalah</p>
<p>1. Web Cache</p>
<p>Fungsi ini adalah dimana proxy bertugas sebagai internet server. Dimana ketika ada permintaan website dari user, proxy akan mengambil datanya ke internet, kemudian menyimpannya (caching) dalam memory di proxy. untuk kemudian dapat digunakan kembali. jika ada  request pada halaman yang berisi gambar, text yang sebelumnya pernah diakses sebelumnya  maka data tersebut tidak harus diambil langsung ke internet melainkan data akan diberikan oleh proxy server local. jadi bandwidth lebih irit.<span id="more-102"></span></p>
<p>2. Network Address Translator (NAT)</p>
<p>Tugasnya hampir sama dengan point nomor 1. tetapi asumsinya adalah bahwa router pada jaringan lokal tidak melakukan fungsi NAT. User hanya mendefinisikan proxy server, kemudian request web dilakukan oleh user ke proxy server, selanjutnya proxy yang mengambil datanya ke internet.</p>
<p>3. Authentication</p>
<p>Proxy juga bisa digunakan untuk authentikasi pengguna internet. database authentikasi bisa berupa text file, direktori LDAP, database MySQL dan lain &#8211; lain.</p>
<p>4. Bandwidth Limiting</p>
<p>Proxy juga bisa digunakan untuk membagi &#8211; bagi bandwidth user. ini sangat berguna sekali untuk mengatasi pengguna internet yang suka &#8216;merampok&#8217; jatah bandwidth user yang lain. dengan membagi bandwidth, setiap user akan mendapatkan jatah bandwidth yang sama.</p>
<p>5. Web Filtering</p>
<p>Dengan proxy server, kita bisa menyaring website mana yang boleh diakses oleh user dan mana yang tidak boleh diakses oleh user (situs porno, advertising, dan lain &#8211; lain).</p>
<p>Mungkin itu dulu fungsi squid yang bisa saya jelaskan (lebih jururnya, fungsi yang saya ketahui. mungkin ada pembaca yang tahu lebih, mohon komengtarnya.)</p>
<p>Installasi Squid di linux</p>
<p>a. Install Squid<br />
<code># apt-get install squid<br />
</code></p>
<p>b. Edit konfigurasi squid di file /etc/squid/squid.conf dan tambahkan/edit parameter berikut :<br />
<code><br />
http_port 8080 transparent<br />
acl localnet src 192.168.0.0/255.255.0.0<br />
http_access allow localnet<br />
#lokasi cache_dir<br />
cache_dir ufs /squid 1024 164 256</code></p>
<p>Mungkin itu saja.  sudah cukup</p>
<p>c. simpan, buat cache dir dan restart service squid</p>
<p><code><br />
#squid -z<br />
#/etc/init.d/squid restart<br />
</code></p>
<p>d. Aktifkan konfigurasi firewall untuk transparent proxy. transparent proxy artinya memaksa setiap pengguna internet untuk menggunakan proxy server. oleh karena itu, tambahkan rule iptables sbb :</p>
<p><code><br />
#iptables -t nat -A PREROUTING --dport 80 -j REDIRECT --to-port 8080<br />
</code></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taujago.web.id/index.php/2010/02/23/installasi-server-linux-untuk-warnet-speedy-2-optimalisasi-bandwidth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Installasi Server Linux untuk Warnet Speedy  (1)</title>
		<link>http://taujago.web.id/index.php/2010/02/20/installasi-server-warnet-speedy-1/</link>
		<comments>http://taujago.web.id/index.php/2010/02/20/installasi-server-warnet-speedy-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 21:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[dns]]></category>
		<category><![CDATA[gateway]]></category>
		<category><![CDATA[proxy]]></category>
		<category><![CDATA[speedy]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[warnet]]></category>
		<category><![CDATA[warnet speedy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taujago.web.id/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Baru &#8211; baru ini saya dapat job pasang server gateway di sebuah perusahaan yang tidak perlu saya sebutkan namanya. kenapa ada embel2 warnet di judulnya ? ya.. sebelas-duabelas lah.. masih  mirip &#8211; miriplah..
Skenarionya begini.
warnet berlangganan sapidi, terus yang akan kita lakukan adalah menginstall server warnet. yang berisi iptables, dns server, dhcp server, proxy, apache dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru &#8211; baru ini saya dapat job pasang server gateway di sebuah perusahaan yang tidak perlu saya sebutkan namanya. kenapa ada embel2 warnet di judulnya ? ya.. sebelas-duabelas lah.. masih  mirip &#8211; miriplah..</p>
<p>Skenarionya begini.</p>
<p>warnet berlangganan sapidi, terus yang akan kita lakukan adalah menginstall server warnet. yang berisi iptables, dns server, dhcp server, proxy, apache dan lain sebagainya. tutorial ini akan panjang, jadi saya split menjadi beberapa bagian.</p>
<p>diagram ini adalah skenarionya</p>
<p>jaringan lokal &lt;&#8211;&gt; server warnet &lt;&#8211;&gt; modem sapidi &lt;&#8211;&gt; internet&#8230;</p>
<p><span id="more-95"></span></p>
<p>1.  Ubah konfigurasi modem ADSL (modem ini biasanya diberikan gratis oleh sapidi, syarat dan ketentuan berlaku tentunya). Ubah modenya menjadi bridge. Bagaimana caranya  ? silahkan lihat  buku manualnyah..</p>
<p>2. Pada kasus ini, komputer yang akan dijadikan router adalah komputer yang mempunyai dua buah lancard dan sudah terinstall sistem operasi linux ubuntu server.</p>
<p>ethernet ke 0, akan digunakan untuk dial PPPoE ke modem ADSL sapidi. sedangkan ethernet yang lainnya, akan dijadikan untuk koneksi ke jaringan LAN.</p>
<p>3. Konfigurasi jaringan lokal LAN. Kita akan memberikan IP address ke interface eth1 192.168.1.1. edit file /etc/network/interfaces<br />
<code><br />
auto lo eth1 eth0<br />
iface lo inet loopback<br />
iface eth1 inet static<br />
address 192.168.1.1<br />
netmask 255.255.255.0<br />
</code><br />
restart service networknya.</p>
<p><code>#/etc/init.d/networking restart </code></p>
<p>4. Install PPPoE tool di linux</p>
<p>download source code roaring pinguin pppoe di   http://www.roaringpenguin.com/files/download/rp-pppoe-3.10.tar.gz</p>
<p>Install paket gcc compiler</p>
<p><code>#apt-get install gcc </code></p>
<p>extract file<br />
<code><br />
#tar -xzvf rp-pppoe-3.10.tar.gz<br />
</code><br />
Compile dan install rp-pppoe<br />
<code><br />
#cd rp-pppoe-3.10<br />
#./configure<br />
#make<br />
#make install<br />
</code><br />
Edit file konfigurasi pppoe yang disimpan dalam file vi /etc/ppp/pppoe.conf</p>
<p>edit pada bagian ini<br />
<code><br />
ETH='eth0'<br />
USER='141131100xxx@telkom.net'<br />
</code><br />
ganti parameter ETH sesuai dengan nama ethernet yang akan digunakan untuk dial pppoe. sedangkan USER, sesuaikan dengan yang diberikan oleh pihal talkom.</p>
<p>Konfigurasi pppoe<br />
<code><br />
#pppoe-setup<br />
</code><br />
<code><br />
&gt;&gt; Enter your PPPoE user name (default 141131100013@telkom.net):   &lt;== [<strong>tekan enter]</strong><br />
</code><br />
<code><br />
<strong><br />
</strong>&gt;&gt;&gt; Enter the Ethernet interface connected to the DSL modem<br />
For Solaris, this is likely to be something like /dev/hme0.<br />
For Linux, it will be ethn, where 'n' is a number.<br />
(default eth0):  &lt;== [<strong>Tekan enter juga]</strong><br />
</code><br />
<code><br />
&gt;&gt;&gt; Enter the demand value (default no):   &lt;== [<strong>Tekan enter] </strong><br />
</code><br />
<code><br />
&gt;&gt;&gt; Enter the DNS information here: <strong>server</strong><br />
</code><br />
<code><br />
&gt;&gt;&gt; Please enter your PPPoE password: &lt;==<strong>[isikan password dari telkom]</strong><br />
&gt;&gt;&gt; Please re-enter your PPPoE password: &lt;==<strong>[isikan password dari telkom]</strong><br />
</code><br />
<code><br />
&gt;&gt;&gt; Choose a type of firewall (0-2): <strong>0</strong><br />
</code><br />
<code><br />
Ethernet Interface: eth0<br />
User name:          141131100013@telkom.net<br />
Activate-on-demand: No<br />
DNS addresses:      Supplied by ISP's server<br />
Firewalling:        NONE<br />
&gt;&gt;&gt; Accept these settings and adjust configuration files (y/n)? <strong>y</strong></code></p>
<p>Jalankan dialup pppoe<br />
<code><br />
# pppoe-connect &amp;<br />
</code><br />
Supaya sistem melakukan dial otomatis ketika distartup, edit file /etc/rc.local dan tambahkan baris berikut<br />
<code><br />
pppoe-connect&amp;<br />
</code><br />
Sampe sini, urusan pppoe untuk dialup ke telkom sudah beres. silahkan dicek dengan menjalankan perintah ifconfig. pastikan ada defice ppp0<br />
<code><br />
ppp0      Link encap:Point-to-Point Protocol<br />
inet addr:125.163.239.135  P-t-P:125.163.236.1  Mask:255.255.255.255<br />
UP POINTOPOINT RUNNING NOARP MULTICAST  MTU:1492  Metric:1<br />
RX packets:640000 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0<br />
TX packets:485171 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0<br />
collisions:0 txqueuelen:3<br />
RX bytes:786652570 (786.6 MB)  TX bytes:52058045 (52.0 MB)<br />
</code><br />
5. Menjalankan fungsi NAT.<br />
<code><br />
#iptables -t nat -A POSTROUTING  -o ppp0 -j MASQUERADE<br />
</code><br />
6. Install DNS Server<br />
<code><br />
#apt-get install bind9<br />
</code><br />
7. Konfigurasi IP Client</p>
<p>Untuk client, set ip address yang satu network dengan ip gateway. ip yang bisa digunakan adalah antara 192.168.1.2 &#8211; 192.168.1.254</p>
<p>Gateway : 192.168.1.1</p>
<p>DNS : 192.168.1.1</p>
<p>Untuk sementara ini, warnet sapidi sudah siap digunakan. akan saya lanjutkan pada bagian yang kedua. doakan saja supaya saya selalu rajin dan bersemangat untuk terus mengupdate.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taujago.web.id/index.php/2010/02/20/installasi-server-warnet-speedy-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Management Raid di linux</title>
		<link>http://taujago.web.id/index.php/2009/07/17/management-raid-di-linux/</link>
		<comments>http://taujago.web.id/index.php/2009/07/17/management-raid-di-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 02:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taujago.web.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[melanjutkan artikel di sebelum ini tentang raid, http://taujago.web.id/index.php/2009/07/16/raid-di-linux/
Berikut ini saya akan membahas tentan bagaimana memanage raid yang sudah ada.

SIMULASI KEGAGALAN DEVICE

tidak salamanya sistem akan running well. mestinya akan ada saat dimana hardware akan mengalami kerusakan. jika kerusakan terjadi pada salah satu anggota raid, maka kita dapat melakukan tindakan recovery. seperti berikut

Membuat (simulasi) salah satu disk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>melanjutkan artikel di sebelum ini tentang raid, http://taujago.web.id/index.php/2009/07/16/raid-di-linux/</p>
<p>Berikut ini saya akan membahas tentan bagaimana memanage raid yang sudah ada.<br />
<strong><br />
SIMULASI KEGAGALAN DEVICE<br />
</strong></p>
<p>tidak salamanya sistem akan running well. mestinya akan ada saat dimana hardware akan mengalami kerusakan. jika kerusakan terjadi pada salah satu anggota raid, maka kita dapat melakukan tindakan recovery. seperti berikut<br />
<strong><br />
Membuat (simulasi) salah satu disk rusak</strong></p>
<p><code><br />
[root@linux-c ~]# mdadm --manage /dev/md0 --fail /dev/sda6<br />
mdadm: set /dev/sda6 faulty in /dev/md0</code></p>
<p>[root@linux-c ~]# mdadm &#8211;detail /dev/md0<br />
/dev/md0:<br />
Version : 00.90.03<br />
Creation Time : Thu Jul 16 09:12:54 2009<br />
Raid Level : raid5<br />
Array Size : 401408 (392.07 MiB 411.04 MB)<br />
Used Dev Size : 200704 (196.03 MiB 205.52 MB)<br />
Raid Devices : 3<br />
Total Devices : 3<br />
Preferred Minor : 0<br />
Persistence : Superblock is persistent</p>
<p>Update Time : Fri Jul 17 09:14:35 2009<br />
State : clean, degraded<br />
Active Devices : 2<br />
Working Devices : 2<br />
Failed Devices : 1<br />
Spare Devices : 0</p>
<p>Layout : left-symmetric<br />
Chunk Size : 64K</p>
<p>UUID : 6fa881cb:eb293a09:2e07491f:08ad2ea9<br />
Events : 0.6</p>
<p>Number   Major   Minor   RaidDevice State<br />
0       0        0        0      removed<br />
1       8        7        1      active sync   /dev/sda7<br />
2       8        8        2      active sync   /dev/sda8</p>
<p>3       8        6        &#8211;      faulty spare   /dev/sda6</p>
<p>walaupun salah satu anggota raid rusak, data dalam direktori yang di simpan di raid device tidak rusak.</p>
<p><code><br />
[root@linux-c ~]# ll /mnt/testraid/<br />
total 12<br />
drwx------ 2 root root 12288 2009-07-15 11:48 lost+found<br />
-rw-r--r-- 1 root root     0 2009-07-15 11:52 testfile.txt</code></p>
<p>[root@linux-c ~]# tail -3 /mnt/testraid/testfile.txt<br />
98<br />
99<br />
100</p>
<p>Membuang disk yang rusak dengan cara sbb  :</p>
<p><code><br />
[root@linux-c ~]# mdadm --manage /dev/md0 --remove /dev/sda6<br />
mdadm: hot removed /dev/sda6</code></p>
<p>Menambahkan disk baru ke dalam Raid</p>
<p><code><br />
[root@linux-c ~]# mdadm --manage /dev/md0 --add /dev/sda10<br />
mdadm: added /dev/sda10</code></p>
<p>Cek lagi ..</p>
<p><code><br />
[root@linux-c ~]# mdadm --detail /dev/md0</code></p>
<p>Layout : left-symmetric<br />
Chunk Size : 64K</p>
<p>Rebuild Status : 88% complete</p>
<p>UUID : 6fa881cb:eb293a09:2e07491f:08ad2ea9<br />
Events : 0.20</p>
<p>Number   Major   Minor   RaidDevice State<br />
3       8       10        0      spare rebuilding   /dev/sda10<br />
1       8        7        1      active sync   /dev/sda7<br />
2       8        8        2      active sync   /dev/sda8</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taujago.web.id/index.php/2009/07/17/management-raid-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Raid di linux</title>
		<link>http://taujago.web.id/index.php/2009/07/16/raid-di-linux/</link>
		<comments>http://taujago.web.id/index.php/2009/07/16/raid-di-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 02:21:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[linuxraid]]></category>
		<category><![CDATA[raid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taujago.web.id/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[RAID (Redundant Array Inexpensive Disk) adalah sebuah mekanisme penggabungan beberapa disk secara fisik, sedangkan secara logikal tetap dianggap sebagai satu direktori. detailnya, silahkan baca di sini :
http://en.wikipedia.org/wiki/RAID
Misalkan kita menghendaki sebuah direktori memiliki ukuran 2Tb. sedangkan kita tidak memiliki disk dengan ukuran tersebut dan hanya memiliki 2 buah HD dengan ukuran masing &#8211; masing 1Tb. solusinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RAID (Redundant Array Inexpensive Disk) adalah sebuah mekanisme penggabungan beberapa disk secara fisik, sedangkan secara logikal tetap dianggap sebagai satu direktori. detailnya, silahkan baca di sini :</p>
<p>http://en.wikipedia.org/wiki/RAID</p>
<p>Misalkan kita menghendaki sebuah direktori memiliki ukuran 2Tb. sedangkan kita tidak memiliki disk dengan ukuran tersebut dan hanya memiliki 2 buah HD dengan ukuran masing &#8211; masing 1Tb. solusinya adalah dengan menggabungkan disk tersebut. sehingga kita mendapatkan direktori dengan ukuran 2Tb.</p>
<p>Raid memiliki beberapa level untuk konfigurasinya. beberapa diantaranya yang paling banyak digunakan adalah sbb:</p>
<p><strong>- Level 0 </strong></p>
<p>level 0 adalah menggabungkan minimal 2 buah disk.  total ukuran disk untuk level 0  adalah akumulasi dari jumlah ukuran disk. tetapi kelemahannya adalah tidak ada fault tolerance.  Jadi, kalau salah satu disk rusak, maka data akan rusak</p>
<p><strong>- Level 1</strong></p>
<p>Level 1 bisa juga disebut dengan mirroring. Dibutuhkan minimal 2 buah disk. dimana, dua buah disk tersebut akan identik satu dengan yang lain. Sehingga jika salah satu disk rusak, maka yang lain bisa menggantikan.</p>
<p><strong>- Level 5</strong></p>
<p>Level 5 membutuhkan minimal 3 disk. ukuran total yang kita dapatkan adalah n-1. Misalkan ada buah 3 disk dengan ukuran masing2 100G, digabungkan dengan raid level 5, maka total ukurannya adalah 200G. sedangkan 100G digunakan untuk spare. Keuntungan dari raid level 5 adalah adanya fault tolerance. Raid level 5 memberikan toleransi kerusakan 1 disk. jika salah satu disk rusak, maka data tetap aman. tidak akan hilang.</p>
<p>Raid dapat dikonfigurasi pada level hardware ataupun pada level sistem operasi. bagi yang menggunakan komputer branded class server atau dedicated server, Raid sudah tersedia. sedangkan bagi yang hardwarenya belum support raid, dapat melakukan konfigurasi raid pada leve OS dalam hal ini, adalah linux.</p>
<p>Membuat Partisi<br />
<code><br />
[root@linux-c ~]# fdisk /dev/sda</code></p>
<p>The number of cylinders for this disk is set to 4865.<br />
There is nothing wrong with that, but this is larger than 1024,<br />
and could in certain setups cause problems with:<br />
1) software that runs at boot time (e.g., old versions of LILO)<br />
2) booting and partitioning software from other OSs<br />
(e.g., DOS FDISK, OS/2 FDISK)</p>
<p>Command (m for help): n<br />
First cylinder (3055-4865, default 3055):<br />
Using default value 3055<br />
Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (3055-4865, default 4865): +200M</p>
<p>Ubah ID partisi menjadi Linux Raid</p>
<p><code><br />
Command (m for help): t<br />
Partition number (1-6): 6<br />
Hex code (type L to list codes): fd<br />
Changed system type of partition 6 to fd (Linux raid autodetect)</code></p>
<p>Lakukan hal yang sama sehingga kita memiliki 3 buah partisi dengan ukuran masing &#8211; masing 200M dengan ID Linux Raid. Berikut ini adalah skema akhir partisi<br />
<code><br />
Disk /dev/sda: 40.0 GB, 40020664320 bytes<br />
255 heads, 63 sectors/track, 4865 cylinders<br />
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes<br />
Disk identifier: 0xd6aad6aa</p>
<p>   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System<br />
/dev/sda1   *           1        2550    20482843+  83  Linux<br />
/dev/sda2            2551        2805     2048287+  82  Linux swap / Solaris<br />
/dev/sda3            2806        2867      498015   83  Linux<br />
/dev/sda4            2868        4865    16048935    5  Extended<br />
/dev/sda5            2868        2892      200781   83  Linux<br />
/dev/sda6            2893        2917      200781   fd  Linux raid autodetect<br />
/dev/sda7            2918        2942      200781   fd  Linux raid autodetect<br />
/dev/sda8            2943        2967      200781   fd  Linux raid autodetect</p>
<p></code> </p>
<p>Membuat Raid Level 5 </p>
<p><code><br />
[root@linux-c ~]# mdadm --create --level=5 /dev/md0 --raid-devices=3 /dev/sda6 /dev/sda7 /dev/sda8</p>
<p></code></p>
<p>setelah membuat raid, cek apakah raid sudah oke atau belum </p>
<p><code><br />
[root@linux-c ~]# mdadm --detail /dev/md0</p>
<p>/dev/md0:<br />
        Version : 00.90.03<br />
  Creation Time : Thu Jul 16 09:12:54 2009<br />
     Raid Level : raid5<br />
     Array Size : 401408 (392.07 MiB 411.04 MB)<br />
  Used Dev Size : 200704 (196.03 MiB 205.52 MB)<br />
   Raid Devices : 3<br />
  Total Devices : 3<br />
Preferred Minor : 0<br />
    Persistence : Superblock is persistent</p>
<p>    Update Time : Thu Jul 16 09:13:18 2009<br />
          State : clean<br />
 Active Devices : 3<br />
Working Devices : 3<br />
 Failed Devices : 0<br />
  Spare Devices : 0</p>
<p>         Layout : left-symmetric<br />
     Chunk Size : 64K</p>
<p>           UUID : 6fa881cb:eb293a09:2e07491f:08ad2ea9<br />
         Events : 0.4</p>
<p>    Number   Major   Minor   RaidDevice State<br />
       0       8        6        0      active sync   /dev/sda6<br />
       1       8        7        1      active sync   /dev/sda7<br />
       2       8        8        2      active sync   /dev/sda8</p>
<p></code></p>
<p>Melakukan format file system  </p>
<p><code><br />
[root@linux-c ~]# mkfs -t ext3 /dev/md0<br />
mke2fs 1.40.8 (13-Mar-2008)<br />
Filesystem label=<br />
OS type: Linux<br />
Block size=1024 (log=0)<br />
Fragment size=1024 (log=0)<br />
100352 inodes, 401408 blocks<br />
20070 blocks (5.00%) reserved for the super user<br />
First data block=1<br />
Maximum filesystem blocks=67633152<br />
49 block groups<br />
8192 blocks per group, 8192 fragments per group<br />
2048 inodes per group<br />
Superblock backups stored on blocks:<br />
        8193, 24577, 40961, 57345, 73729, 204801, 221185</p>
<p>Writing inode tables: done<br />
Creating journal (8192 blocks): done<br />
Writing superblocks and filesystem accounting information: done</p>
<p>This filesystem will be automatically checked every 23 mounts or<br />
180 days, whichever comes first.  Use tune2fs -c or -i to override.</p>
<p></code></p>
<p>Buat direktori, dan mount raid device ke direktori tersebut </p>
<p><code><br />
[root@linux-c ~]# mkdir /mnt/testraid<br />
[root@linux-c ~]# mount /dev/md0 /mnt/testraid/<br />
</code></p>
<p>Cek ukuran direktori /mnt/testraid</p>
<p><code><br />
[root@linux-c ~]# df -h<br />
Filesystem            Size  Used Avail Use% Mounted on<br />
/dev/sda1              20G  4.9G   14G  27% /<br />
tmpfs                 501M  1.1M  500M   1% /dev/shm<br />
/dev/sda3             471M   11M  437M   3% /mnt/data<br />
/dev/sr0              3.9G  3.9G     0 100% /media/DVD1-IL082008<br />
/dev/sda5             190M  5.6M  175M   4% /mnt/musik<br />
/dev/md0              380M   11M  350M   3% /mnt/testraid</p>
<p></code></p>
<p>perhatikan bagian ini<br />
/dev/md0              380M   11M  350M   3% /mnt/testraid</p>
<p>ukuran direktori /mnt/testraid adalah 380M. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taujago.web.id/index.php/2009/07/16/raid-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan installasi oracle, apache dan php di linux OS</title>
		<link>http://taujago.web.id/index.php/2008/06/17/panduan-installasi-oracle-apache-dan-php-di-linux-os/</link>
		<comments>http://taujago.web.id/index.php/2008/06/17/panduan-installasi-oracle-apache-dan-php-di-linux-os/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 09:43:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Oracle]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[install oracle linux]]></category>
		<category><![CDATA[oracle php linux]]></category>
		<category><![CDATA[oracle10g]]></category>
		<category><![CDATA[redhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taujago.web.id/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Baru &#8211; baru ini saya ditugaskan untuk membuat materi tentang Oracle, PHP di Linux OS. Secara terpisah, ketiga materi tersebut sudah sering saya ajarkan ke peserta saya. tapi dicombine menjadi satu materi, ini adalah sebuah tantangan yang cukup menarik. Materi ini membahas tentang langkah &#8211; langkah installasi Oracle 10g di linux. Kemudian mengaksesnya melalui PHP. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru &#8211; baru ini saya ditugaskan untuk membuat materi tentang Oracle, PHP di Linux OS. Secara terpisah, ketiga materi tersebut sudah sering saya ajarkan ke peserta saya. tapi dicombine menjadi satu materi, ini adalah sebuah tantangan yang cukup menarik. Materi ini membahas tentang langkah &#8211; langkah installasi Oracle 10g di linux. Kemudian mengaksesnya melalui PHP. Beberapa hal sepele tetapi kadang menjadi masalah besar. di sini sudah saya tuliskan dengan cukup lengap.</p>
<p>Karena menemukan banyak kesulitan, akhirnya saya bermaksud mendokumentasikan dan membagi pada yang lain siapa tahu ada yang mengalami kesulitan yang serupa yang saya alami. SIlahkan <a href="http://upload.ugm.ac.id/download.php?file=4779INSTALLASI%20ORACLE%2010G.doc" target="_blank">klik disini</a> untuk mendownloadnyah.. semoga bermanfaat..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taujago.web.id/index.php/2008/06/17/panduan-installasi-oracle-apache-dan-php-di-linux-os/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sertifikat Linux+ ku dah datang&#8230;</title>
		<link>http://taujago.web.id/index.php/2008/04/28/sertifikat-linux-ku-dah-datang/</link>
		<comments>http://taujago.web.id/index.php/2008/04/28/sertifikat-linux-ku-dah-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 09:44:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taujago.web.id/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melaksanakan ujian Comptia Linux+ pada tanggal 4 April kemaren, akhirnya hari ini (28/4), sertifikatnya datang juga.
Comptia Linux+ adalah sertifikasi berstandar internasional yang dikeluarkan oleh CompTIA (Computing Technology Industry Association) untuk professional pengguna Sistem Operasi Linux.  CompTIA sendiri adalah sebuah lembaga nirlaba yang merupakan perkumpulan perusahaan &#8211; perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Komputer.
Sertifikat ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melaksanakan ujian Comptia Linux+ pada tanggal 4 April kemaren, akhirnya hari ini (28/4), sertifikatnya datang juga.</p>
<p>Comptia Linux+ adalah sertifikasi berstandar internasional yang dikeluarkan oleh CompTIA (Computing Technology Industry Association) untuk professional pengguna Sistem Operasi Linux.  CompTIA sendiri adalah sebuah lembaga nirlaba yang merupakan perkumpulan perusahaan &#8211; perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Komputer.</p>
<p>Sertifikat ini sebagai bukti bahwa saya sudah sedikit tahu ato pernah menggunakan sistem operasi linux. Tapi bukan berarti, saya lebih hebat atau tahu segalanya tentang linux, oh.. <strong>TIDAK SAMA SEKALI</strong>&#8230; masih banyak para expert linux di jogja apalagi di indonesia. cuman mereka malas ajah untuk mengikuti ujian sertifikasi karena kemampuan mereka sudah terbukti dan diakui secara de facto. sedangkan saya, pengetahuan tentang linux baru belajar sedikit dan masih belum ada apa-apanya dibandingkan mereka-mereka yang sudah bertahun2 menggunakan linux. Karena tugas saya sebagai seorang instruktur, yang mengajarkan linux, oleh karena itu selain kemampuan secara de facto saya dituntut untuk memiliki bukti di atas kertas sebagai bukti yang mengakui keahlian saya tentang sistem operasi linux. Sehingga peserta yang saya ajarkan lebih mantap dan lebih yakin dengan kemampuan instruktur mereka. Kualitas materi dan instruktur yang qualified  sebanding dengan harga yang harus mereka bayar.</p>
<p>Memiliki sertifikasi adalah tuntutan profesi sebagai instruktur linux tetapi ini tidak menutup kemungkinan bagi  orang lain untuk memilikinya. Dengan memiliki sertifikasi standard internasional, akan mempermudah dan membuka akses untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. karena skill kita sudah diakui dan ada bukti.</p>
<p>Perusahaan tempat saya bekerja sering mengadakan sosialisasi Pentingnya sertifikasi ke kampus &#8211; kampus khususnya bagi mahasiswa yang sedang menempuh study  dan lebih khususnya lagi bagi mahasiswa yang sedang berada pada semester akhir. Sebagai bekal untuk bersaing di dunia kerja. Ada yang tertarik ??????</p>
<p><a href="http://taujago.web.id/wp-content/uploads/2008/04/ap28-001.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-36" title="Sertifikat Comptia Linux+" src="http://taujago.web.id/wp-content/uploads/2008/04/ap28-001.jpg" alt="Sertifikat Comptia Linux+" width="482" height="369" /></a><a href="http://taujago.web.id/wp-content/uploads/2008/04/ap28-001.jpg"><img class="alignleft alignnone size-medium wp-image-37" style="float: left;" title="Sertifikat Comptia Linux+" src="http://taujago.web.id/wp-content/uploads/2008/04/ap28-002-231x300.jpg" alt="Sertifikat Comptia Linux+" width="295" height="381" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taujago.web.id/index.php/2008/04/28/sertifikat-linux-ku-dah-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setting Logical Volume Manager (LVM) di Linux</title>
		<link>http://taujago.web.id/index.php/2008/04/23/setting-logical-volume-manager-lvm-di-linux/</link>
		<comments>http://taujago.web.id/index.php/2008/04/23/setting-logical-volume-manager-lvm-di-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 10:52:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taujago.web.id/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Kadang kala, ketika kita menginstall system untuk skala besar, dibutuhkan space yang besar pula untuk menampung data. yang menjadi permasalahan adalah, ketika space harddisk, tidak mencukupi kebutuhan data kita. solusinya adlah dengan menggabungkan beberapa harddisk menjadi satu logical volume.
Misalkan. Sebuah sistem operasi linux  membutuhkan space untuk /home sebesar 20TB(Tera Byte. 1 Terabyte = 1024 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang kala, ketika kita menginstall system untuk skala besar, dibutuhkan space yang besar pula untuk menampung data. yang menjadi permasalahan adalah, ketika space harddisk, tidak mencukupi kebutuhan data kita. solusinya adlah dengan menggabungkan beberapa harddisk menjadi satu logical volume.</p>
<p>Misalkan. Sebuah sistem operasi linux  membutuhkan space untuk <strong>/home</strong> sebesar 20TB(Tera Byte. 1 Terabyte = 1024 GB). Sedangkan maximum kapasistas Harddisk biasanya sampe 400GB. oleh karena itu kita bisa menggabungkan sekitar kurang lebih 50 Harddisk berukurang 400GB. Untuk melakukan hal tersebut, kita bisa menggunakan teknologi LVM yang sudah ter<em>include </em>dalam sistem operasi linux. Pada percobaan yang saya lakukan, saya menggunakan sistem operasi linux Fedora 8 yang sudah mengikutkan software LVM versi 2.</p>
<p><span id="more-34"></span></p>
<p>Sebelum saya mulai, ada beberapa kata kunci yang perlu kita ketahui terlebih dahulu</p>
<p><strong>Physical Volume</strong> = Partisi atau Harddisk yang akan diikutkan dalam LVM.</p>
<p><strong>Volume Group </strong>= Gabungan Beberapa Partisi atau Harddisk yang dikelompokkan menjadi 1 Group.</p>
<p><strong>Logical Volume</strong> = Bagian atau Partisi atau Volume Group.</p>
<p>Contoh kasus kali ini adalah saya menginginkan sebuah folder /data memiliki ukuran 22Gb. sedangkan saya mempunyai 2 buah harddisk. harddisk pertama (/dev/sda) ukurannya 20Gb dan harddisk yang kedua(/dev/sdb) sisanya tinggal 5Gb. Oleh karena itu, saya akan menggabungkan sisa space 5Gb (/dev/sdb) dengan harddisk yang 20Gb(/dev/sda). dan akan diletakkan mount pointnya pada directory /data/.</p>
<p>Berikut ini adalah skema partisi harddisk saya.</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# fdisk -l<br />
Disk /dev/sda: 20.4 GB, 20490559488 bytes<br />
255 heads, 63 sectors/track, 2491 cylinders<br />
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes<br />
Disk identifier: 0x00000000<br />
Disk /dev/sda doesn't contain a valid partition table<br />
Disk /dev/sdb: 40.0 GB, 40020664320 bytes<br />
255 heads, 63 sectors/track, 4865 cylinders<br />
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes<br />
Disk identifier: 0xdd1ddd1d<br />
Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System<br />
/dev/sdb1   *           1          13      104391   83  Linux<br />
/dev/sdb2              14         650     5116702+  83  Linux<br />
/dev/sdb3             651         781     1052257+  82  Linux swap / Solaris<br />
/dev/sdb4             782        4865    32804730    5  Extended<br />
/dev/sdb5             782        1418     5116671   83  Linux<br />
/dev/sdb6            1419        2055     5116671   83  Linux<br />
/dev/sdb7            2056        2664     4891761   83  Linux</code></p></blockquote>
<p>Yang akan saya lakukan adalah menggabungkan partisi <strong>/dev/sdb7</strong> yang berukuran 5Gb dengan <strong>/dev/sda</strong> yagn berukuran 20Gb.</p>
<p>Langkah pertama adalah menjadikan partisi <strong>/dev/sdb7</strong> dan /<strong>dev/sda</strong> sebagai <strong>Physical Volume </strong>dengan cara sbb:</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# pvcreate /dev/sda<br />
Physical volume "/dev/sda" successfully created<br />
[root@instruktur ~]# pvcreate /dev/sdb7<br />
Physical volume "/dev/sdb7" successfully created<br />
</code></p></blockquote>
<p>Kemudian saya pastikan kalau partisi dan harddisk tadi sudah dijadikan sebagai <strong>Phisycal volume</strong> dengan cara sbb :</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# pvs<br />
PV         VG   Fmt  Attr PSize  PFree<br />
/dev/sda        lvm2 --   19.08G 19.08G<br />
/dev/sdb7       lvm2 --    4.67G  4.67G<br />
</code></p></blockquote>
<p>Langkah berikutnya adalah dengan membuat Volume Group. Volume Group disini merupakan gabungan dari kedua Physical Volume tadi (<strong>/dev/sda</strong> dan <strong>/dev/sdb7</strong>). Berikut ini adalah cara membuat Volume group.</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# vgcreate vg1 /dev/sda /dev/sdb7<br />
Volume group "vg1" successfully created<br />
</code></p></blockquote>
<p>Perintah di atas akan membuat sebuah volume group dengan nama <strong>vg1</strong> dengan beranggotakan <strong>/dev/sda</strong> dan <strong>/dev/sdb7</strong>. Untuk mengecek group yang sudah dibuat, dapat dilakukan dengan command sbb :</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# vgs<br />
VG   #PV #LV #SN Attr   VSize  VFree<br />
vg1    2   0   0 wz--n- 23.75G 23.75G<br />
</code></p></blockquote>
<p>dari keterangan di atas, dapat kita lihat bahwa ukuran Volume Group <strong>vg1</strong> adalah <strong>23Gb</strong>. Langkah berikutnya adalah membuat Logical Volume. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, Logical Volume adalah bagian / partisi dari Volume Group. Satu Volume Group dapat terdiri dari beberapa Logical Volume.  Untuk membuat Logical Volume dengan ukuran 22Gb, dapat dilakukan dengan command sbb :</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# lvcreate -L 22G -n mylv vg1<br />
Logical volume "mylv" created<br />
</code></p></blockquote>
<p>Untuk melihat Logical Volume yang sudah dibuat, dapat dilakukan dengan command sbb :</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# lvs<br />
LV   VG   Attr   LSize  Origin Snap%  Move Log Copy%<br />
mylv vg1  -wi-a- 22.00G<br />
</code></p></blockquote>
<p>Langkah berikutnya memformat logical volume dengan filesystem <strong>ext3</strong> dengan command sbb :</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# mkfs.ext3 /dev/vg1/mylv<br />
mke2fs 1.40.2 (12-Jul-2007)<br />
Filesystem label=<br />
OS type: Linux<br />
Block size=4096 (log=2)<br />
Fragment size=4096 (log=2)<br />
2883584 inodes, 5767168 blocks<br />
288358 blocks (5.00%) reserved for the super user<br />
First data block=0<br />
Maximum filesystem blocks=0<br />
176 block groups<br />
32768 blocks per group, 32768 fragments per group<br />
16384 inodes per group<br />
Superblock backups stored on blocks:<br />
32768, 98304, 163840, 229376, 294912, 819200, 884736, 1605632, 2654208,<br />
4096000<br />
Writing inode tables: done<br />
Creating journal (32768 blocks): done<br />
Writing superblocks and filesystem accounting information: done<br />
This filesystem will be automatically checked every 28 mounts or<br />
180 days, whichever comes first.  Use tune2fs -c or -i to override.<br />
</code></p></blockquote>
<p>Untuk memformat, dapat dilakukan dengan perintah mkfs.ext3. kemudian nama devicenya adalah <strong>/dev/vg1/mylv</strong>. Dimana <strong>vg1</strong> adalah nama Volume Group dan <strong>mylv</strong> adalah nama Logical Volume.</p>
<p>Setelah memformat, langkah berikutnya adalah membuat directory <strong>/data</strong> dan melakukan mount filesystem.</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# mkdir /data<br />
[root@instruktur ~]# mount /dev/vg1/mylv /data/</code></p></blockquote>
<p>Kemudian periksa hasilnya</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# df -h<br />
Filesystem            Size  Used Avail Use% Mounted on<br />
/dev/sdb2             4.8G  524M  4.0G  12% /<br />
/dev/sdb6             4.8G  3.8G  737M  84% /usr<br />
tmpfs                 252M     0  252M   0% /dev/shm<br />
/dev/mapper/vg1-mylv   22G  173M   21G   1% /data</code></p></blockquote>
<p>hm.. saya sudah mempunyai sebuah directory <strong>/data</strong> dengan ukuran 22G.</p>
<p><strong>MENGUBAH UKURAN LVM</strong></p>
<p>Jika ingin menambahkan ukuran direktory <strong>/data</strong> , ini dapat dilakukan dengan menambahkan partisi atau harddisk baru ke dalam volume group. kemudian memperbesar ukuran logical volume dan mengubah ukurannya. berikut ini adalah langkah &#8211; langkahnya.</p>
<p>Menambahkan partisi <strong>/dev/sdb8</strong> ke dalam volume grou <strong>vg1</strong>. Pertama kali, jadikan partisi <strong>/dev/sdb8</strong> sebagai physical volume.</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# pvcreate /dev/sdb8<br />
Physical volume "/dev/sdb8" successfully created<br />
</code></p></blockquote>
<p>Kemudian masukkan <strong>/dev/sdb8</strong> sebagai anggota dari volume group <strong>vg1</strong>.</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# vgextend vg1 /dev/sdb8<br />
Volume group "vg1" successfully extended<br />
</code></p></blockquote>
<blockquote><p><code> </code></p></blockquote>
<p>Tambah ukuran Logical volume <strong>mylv</strong> dari ukuran sebelumnya ditambah 5Gb.</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# lvextend -L +5G /dev/vg1/mylv<br />
Extending logical volume mylv to 27.00 GB<br />
Logical volume mylv successfully resized </code></p></blockquote>
<p>Kemudian langkah terakhir adalah melepas mount point, jalankan scandisk, aktifkan ukuran yang baru kemudian di mount kembali ke <strong>/data</strong></p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# umount /data/<br />
[root@instruktur ~]# e2fsck -f /dev/vg1/mylv<br />
e2fsck 1.40.2 (12-Jul-2007)<br />
Pass 1: Checking inodes, blocks, and sizes<br />
Pass 2: Checking directory structure<br />
Pass 3: Checking directory connectivity<br />
Pass 4: Checking reference counts<br />
Pass 5: Checking group summary information<br />
/dev/vg1/mylv: 11/2883584 files (9.1% non-contiguous), 134547/5767168 blocks<br />
[root@instruktur ~]# resize2fs /dev/vg1/mylv<br />
resize2fs 1.40.2 (12-Jul-2007)<br />
Resizing the filesystem on /dev/vg1/mylv to 7077888 (4k) blocks.<br />
The filesystem on /dev/vg1/mylv is now 7077888 blocks long.</code></p></blockquote>
<p>dan hasilnya&#8230;</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# mount /dev/vg1/mylv /data/<br />
[root@instruktur ~]# df -h<br />
Filesystem            Size  Used Avail Use% Mounted on<br />
/dev/sdb2             4.8G  524M  4.0G  12% /<br />
/dev/sdb6             4.8G  3.8G  737M  84% /usr<br />
tmpfs                 252M     0  252M   0% /dev/shm<br />
/dev/mapper/vg1-mylv   27G  173M   26G   1% /data </code></p></blockquote>
<p>sekarang saya sudah memiliki directory <strong>/data </strong>yang berukuran 27G yang merupakan gabungan dari 3 buah partisi yang berbeda.</p>
<p>Untuk membuat supaya <strong>/data</strong> tetap dimount ke /<strong>dev/vg1/mylv</strong> walaupun komputer restart, tambahkan baris berikut apda file <strong>/etc/fstab</strong></p>
<blockquote><p><code><br />
/dev/vg1/mylv    /data      ext3     defaults   1 2</code></p></blockquote>
<p>MENGHAPUS LOGICAL VOLUME, VOLUME GROUP DAN PHYSICAL VOLUME.</p>
<p>untuk menghapus logical volume</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# umount /data/<br />
[root@instruktur ~]# lvremove /dev/vg1/mylv<br />
Do you really want to remove active logical volume "mylv"? [y/n]: y<br />
Logical volume "mylv" successfully removed </code></p></blockquote>
<p>untuk menghapus volume group</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# vgremove vg1<br />
Volume group "vg1" successfully removed </code></p></blockquote>
<p>untuk menghapus physical volume</p>
<blockquote><p><code><br />
[root@instruktur ~]# pvremove /dev/sda<br />
Labels on physical volume "/dev/sda" successfully wiped<br />
[root@instruktur ~]# pvremove /dev/sdb7<br />
Labels on physical volume "/dev/sdb7" successfully wiped<br />
[root@instruktur ~]# pvremove /dev/sdb8<br />
Labels on physical volume "/dev/sdb8" successfully wiped </code></p></blockquote>
<hr />
Referensi :</p>
<p><a href="http://www.tldp.org/HOWTO/LVM-HOWTO" target="_blank">www.tldp.org/HOWTO/LVM-HOWTO</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taujago.web.id/index.php/2008/04/23/setting-logical-volume-manager-lvm-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setting Linux Sebagai Internet Gateway</title>
		<link>http://taujago.web.id/index.php/2008/03/27/setting-linux-sebagai-internet-gateway/</link>
		<comments>http://taujago.web.id/index.php/2008/03/27/setting-linux-sebagai-internet-gateway/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 09:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taujago.web.id/index.php/2008/03/27/setting-linux-sebagai-internet-gateway/</guid>
		<description><![CDATA[Sistem operasi linux memang keren kalo dimanfaatkan untuk kepentingan jaringan dan security. Pada artikel ini saya akan membocorkan sedikit. dan mungkin artikel ini sudah basi di internet tapi gk ada salahnya saya ikut-ikutan basi. gk apa-apa basi kalo bisa bermanfaat bagi mereka yang masih newbie dalam menggunakan linux sebagai server. Pada bahasan kali ini, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><span>Sistem operasi linux memang keren kalo dimanfaatkan untuk kepentingan jaringan dan security. Pada artikel ini saya akan membocorkan sedikit. dan mungkin artikel ini sudah basi di internet tapi gk ada salahnya saya ikut-ikutan basi. gk apa-apa basi kalo bisa bermanfaat bagi mereka yang masih newbie dalam menggunakan linux sebagai server. Pada bahasan kali ini, saya akan menjelaskan tentang bagai mana mengeset linux server sebagai router <strong>‘asal bisa konek’</strong> dulu. masalah setting server yang lain dan masalah security akan saya bahas pada artikel berikutnya. Ok. skenarionya begini…. perusahaan saya ato warnet saya berlangganan kepada ISP dan sang ISP memberikan data seperti di bawah ini :</span></p>
<p style="text-align: justify"> <span> </span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><strong>IP addresss : 202.169.234.159 / 24<br />
IP gateway ISP : 202.169.234.1<br />
IP DNS 1 : 202.169.224.3<br />
IP DNS 2 : 202.169.224.4<br />
IP DNS 3 : 202.169.224.11</strong></span></span><span id="more-27"></span><span><span><br />
data &#8211; data di atas tadi  saya dapatkan dari ISP tempat perusahaan saya berlangganan.<br />
kemudian saya menginstall sebuah komputer dengan Sistem Operasi Linux Redhat9 dengan memasangkan 2 buah Ethernet Card. sebut saja linux memberikan nama Ethernet Card tersebut dengan nama eth0 untuk Ethernet ke 0 dan eth1 untuk ethernet yang ke 1. </span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span>kemudian di kantor saya ada komputer lain yang terhubung jaringan komputer juga dengan mengunakan IP lokal. kira &#8211; kira datanya seperti ini</span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span>IP Address Range : 192.168.0.1 &#8211;  192.168.0.254<br />
ato Net ID nya: 192.168.0.0 / 24<br />
ya.. begitulah.. nanti contoh ip komputernya kira2 begini. ada yang  192.168.0.2, 192.168.0.3, dst.</span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span>nah.. saya ingin supaya semua komputer yang ada di kantor saya ato warnet saya bisa menikmati koneksi internet. nah.. itulah yang akan saya bahas sekarang</span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><strong>MEMULAI SETTING LINUX SERVER</strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span>Linux server akan mempunyai dua buah IP address. IP address public yang dari ISP, yang akan dipasangkan pada  <strong>eth1   </strong>dan I</span>P addre<span>ss Lokal yang sama net IDnya sama dengan komputer lain di kantor saya yang akan dipasangkan pada </span><span><span><strong>eth0 </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><strong> </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>Setting IP </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><strong>#ifconfig eth0 192.168.0.1 netmask 255.255.255.0 up<span> </span></strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>setting di atas untuk memberikan ip  </span>192.168.0.1 <span>eth0. langkah selanjutnya adalah memberikan eth1 dengan ip public yang didapatkan dari ISP </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>#ifconfig eth1 202.169.234.159 netmask 255.255.255.0 up<span> </span></strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>nah.. kira &#8211; kira begitulah cara mengeset ip pada sistem operasi linux. tapi , ooppsss. … tunggu dulu… cara ini bersifat temporer. settingan ini akan hilang ketika network di restart ato ketika komputer di restart. untuk membuat setting ini permanen, lakukan hal &#8211; hal di bawah ini</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>Setting ip untuk setiap ethernet, disimpan pada masing &#8211; masing file yang terpisah. ini pada sistem operasi linux redhat 9. dan berbeda dengan distro yang lain. seperti slackware, hanya satu file saja. karena dari awal saya membahas redhat9, mari kita lanjutkan kembali dengan RedHat9.<br />
setting IP untuk <strong>eth0</strong> disimpan di file  </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><strong><span>/etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0</span></strong></span></span><br />
<span><span><span>silahkan edit file tadi dengan editor kesayangan anda :  </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><strong><span>DEVICE=eth0<br />
BOOTPROTO=static<br />
IPADDR=192.168.0.1<br />
NETMASK=255.255.255.0<br />
ONBOOT=yes<br />
NETWORK=192.168.0.0</span></strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>parameter yang perlu diperhatikan adalah <strong>DEVICE </strong>yang diisikan sesuai dengan nama device. yaitu <strong>eth0.  </strong>dan IP address. dan jangan lupa <strong>ONBOOT=yes</strong> juga penting supaya konfigurasi ini direload ketika komputer restart</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>kemudiah untuk <strong>eth1, </strong>ada di file :<br />
</span><span><strong>/etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1</strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><strong> </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>DEVICE=eth1<br />
BOOTPROTO=static<br />
ONBOOT=yes<br />
IPADDR=202.169.234.159<br />
NETMASK=255.255.255.0<br />
USERCTL=no<br />
PEERDNS=no<br />
GATEWAY=202.169.234.1<br />
TYPE=Ethernet<br />
NETWORK=202.169.234.0<br />
BROADCAST=202.169.234.255</strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><strong> </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>hmm….. ya..kira &#8211; kira dari settingan tadi, bisalah dimengerti maksudnya apa. loh…. koq yang <strong>eth1</strong> lebih banyak sih ? lah gak apa apa kan ?. yang <strong>eth0</strong> tidak saya copy kan</span><span> semua. hanya yang penting2 saja. tapi di eth1, ada satu lagi yang penting yaitu <strong>GATEWAY=202.169.234.1 </strong>artinya, di eth1, saya mendefinisikan IP gateway ke alamat gateway ISP.<br />
</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>setting gateway juga bisa dilakukan dengan perintah seperti ini :<br />
</span><br />
<strong><span>#route add default gw 202.169.234.1 </span></strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><strong><span> </span></strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>tetapi settingan ini bersifat temporer atau sementara. karena akan hilang ketika komputer restart. supaya settingan tadi tetap tersimpan, ya.. di simpan di file tadi yang di <strong>eth1</strong>.<br />
</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>melihat configurasi IP apakan sudah beres atau belum..<br />
</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span>[root@internet-server root]# ifconfig<br />
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:0F:3D:CB:33:E9<br />
inet addr:192.168.0.1  Bcast:192.168.0.255  Mask:255.255.255.0<br />
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1<br />
RX packets:434841 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0<br />
TX packets:384599 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0<br />
collisions:0 txqueuelen:100<br />
RX bytes:66983693 (63.8 Mb)  TX bytes:315709918 (301.0 Mb)<br />
Interrupt:12 Base address:0xe400</span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span>eth1      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:E0:4C:2C:25:02<br />
inet addr:202.169.234.159  Bcast:202.169.234.255  Mask:255.255.255.0<br />
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1<br />
RX packets:1116005 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0<br />
TX packets:381163 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0<br />
collisions:0 txqueuelen:100<br />
RX bytes:360724801 (344.0 Mb)  TX bytes:62134502 (59.2 Mb)<br />
Interrupt:10 Base address:0xe000</span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span>lo        Link encap:Local Loopback<br />
inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0<br />
UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1<br />
RX packets:28 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0<br />
TX packets:28 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0<br />
collisions:0 txqueuelen:0<br />
RX bytes:3841 (3.7 Kb)  TX bytes:3841 (3.7 Kb)</span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>wah wah wah .. apa itu.. biasa aja lagi… perhatikan saja. ada beberapa blok yaitu <strong>eth0</strong>, <strong>eth1</strong> dah <strong>lo</strong>. <strong>eth0</strong> itu itu untuk konfigurasi <strong>eth0</strong>, <strong>eth1</strong> untuk <strong>eth1</strong> dan <strong>lo</strong> adalah untuk loopback. loopback pasti akan ada. jadi gk usah di pusingkan… yang penting pada masing2 blok(<strong>eth0</strong> dan <strong>eth1</strong>),perhatikan pada bagian  <strong>inet addr</strong> . pastikan isinya sesuai dengan konfigurasi yang kita maksudkan.</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>DNS CLIENT / DNS RESOLVER</strong><br />
selanjutnya adalah mendefinisikan DNS server. setting DNS server tersimpan dalam sebuah file yang diletakkan di  <strong>/etc/resolv.conf </strong>isikan data-data IP DNS yang didapatkan dari ISP.<br />
</span><strong><br />
<span>nameserver 202.169.224.3<br />
nameserver 202.169.224.4<br />
nameserver 202.169.224.11<br />
</span></strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>ROUTING</strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>routing ? apaan tuh… gampangnya gini aja deh… ceritanya komputer linux yang sedang saya Konfigurasi ini akan jadi gerbang buat komputer lain yang di kantor saya untuk bisa koneksi ke internet. kenapa demikian ? ya karena kantor saya menyewa cuman 1 IP public. sedangkan ada banyak komputer. jadi IP public yang cuman 1 ini dimanfaatkan ato dibagi-bagiakan ke komputer yang lain di kantor saya. nah.. begitu ceritanya. sekarang pertanyaannya adalah apakah komputer linux yang sekarang lagi saya konfigurasi ini sudah menjalankan tugasnya untuk routing atau belum ? ato istilah kerennya <strong>ip forwarding </strong>dah aktif ato blum?<strong>.</strong>  kita bisa check dengan melihat isi file <strong> /proc/sys/net/ipv4/ip_forward </strong>. lengkaplnya begini perintahnya </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>#cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>Jika hasilnya adalah <strong>0</strong>, maka fungsi ip forwarding belum dijalankan.  Ini adalah default dari Linux Redhat. kemudian kita harus menulikan angka <strong>1</strong> ke dalam file tadi. Caranya seperti ini  : </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>#echo 1 &gt;  /proc/sys/net/ipv4/ip_forward</strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>TAPI…. lagi &#8211; lagi ini bersifat temporer/ sementara. Karena file terserbut akan diset kembali ke 0 ketika komputer restart ato network direstart. Trus ? ya.. supaya terus bernilai 1, bisa dengan menambahkan script yang tadi (mengeset atau menulis angka 1) di startup script ato dengan cara mengedit file : </span><span><strong>/etc/sysctl.conf </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><strong> </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>net.ipv4.ip_forward = 1</strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><strong> </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>Di dalam file tersebut berikan nilai <strong>1</strong> pada parameter </span><span><strong>net.ipv4.ip_forward. </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><strong> </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>MEMERIKSA DAN MENAMBAHKAN ROUTING TABLE</strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><strong> </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>Untuk melihat  routing table yang sudah ada, bisa dilakukan dengan perintah seperti ini : </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span>#<strong> route -n</strong><br />
<strong>Kernel IP routing table<br />
Destination     Gateway         Genmask         Flags Metric Ref    Use Iface<br />
202.169.234.0   0.0.0.0         255.255.255.0   U     0      0        0 eth1<br />
192.168.0.0     0.0.0.0         255.255.255.0   U     0      0        0 eth0<br />
127.0.0.0       0.0.0.0         255.0.0.0       U     0      0        0 lo<br />
0.0.0.0         202.169.234.1   0.0.0.0         UG    0      0        0 eth1</strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>jika hasilnya sudah serperti di atas, maka gk perlu menambahkan lagi. berarti sudah beres. Jika bermaksud menambahkan lagi ato belum ada, bisa dilakukan dengan perintah sebagai berikut :</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>#route add -net 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 dev eth0</strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><strong> </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>#route add -net 202.169.234.0 netmask 255.255.255.0  dev eth1</strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><strong> </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>Tapi perintah di atas gk perlu dilaksanakan karena linux secara otomatis sudah melakukannya.<br />
</span><strong><br />
<span>NETWORK ADDRESS TRANSLATION  (NAT)<br />
</span></strong><span>Apa lagi ini ? hehe eeh  <img src="http://firmansyahcool.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" />  mari kita bahas lagi….<br />
Skenarionya </span><span>kan begini. Sebenarnya untuk bisa mengakses internet, setiap komputer harus mempunyai IP Public. lah.. kalo gitu repot dong. di kantor saya ada 100 komputer. masa kantor saya harus menyewa 100 IP public, kan</span><span> bisa bangkrutzzzz… ya gk gitulah. nah. solusinya adalah dengan menggunakan NAT. kalo ada 100 Komputer, gk semua harus punya IP Public. pakek IP Private saja. oppss.. apa itu IP Pubic, apa itu IP Private ?</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>IP public adalah IP yang digunakan di internet. Gak boleh sembarangan menggunakan IP ini karena sudah ada penjatahan dari badan khusus. misalnya di wilayah Asia</span><span> ada namanya IDNIC yang mengatur pembagian IP. </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>IP Private adalah IP yang digunakan di dalam area lokal saja. dan IP ini sudah disepakati tidak akan digunakan di Internet. Dengan konsekweksi, gk bisa langsung koneksi ke internet secara langsung dengan IP ini. harus ‘bersembunyi’ di belakang IP Public. COntoh IP Private</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>10.x.x.x  Untuk kelas A<br />
</strong></span><strong><span>172.16.x.x Untuk kelas B<br />
</span></strong><strong><span>192.168.x.x Untuk Kelas C<br />
</span></strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>Ok kita kembali ke NAT….. (kalo tukul biasanya kembali ke laptop…. he he he <img src="http://firmansyahcool.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /> )</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>Kantor saya cukup memiliki 1 IP Public saja. nah. .. tugas linux server yang kita konfigurasi ini, mengganti IP komputer kantor yang menggunakan IP lokal menjadi IP Public ketika mau mengakses sistus di internet. mekanisme ini disebut dengan mentranslate/menerjemahkan/mengganti IP ato istilah kerennya adalah NETWORK ADDRESS TRANSLATION (NAT). Untuk melakukan NAT, kita membutuhkan sebuah program tambahan yang sudah ada di linux redhat. namanya <strong>IPTABLES</strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>perintahnya seperti ini :</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><strong>#iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth1 -j SNAT –to-source 202.169.234.159</strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><strong> </strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span>jadi ceritanya begini.  dengan menggunakan IPTABLES, kita mengganti ip apa saja yang dari jaringan lokal, yang<strong> keluar melewati interface eth1</strong>  ato dalam baris perintah di atas disimbolkan dengan <strong>-o eth1 </strong>menerapkan sebuah <strong>policy </strong>atau disimbolkan dengan<strong> -j</strong> dengan kebijakan <strong>SNAT (SOURCE NAT)</strong>. diganti menjadi IP public 202.169.234.159. dan jangan lupa disimpan dengan perintah :<br />
</span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><strong><span>#iptables-save</span></strong>  </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><span>Untuk sementara ini, bisa dikatakan server sudah beres. sudah bisa digunakan oleh komputer lain untuk koneksi ke internet. Tapi ini belum selesai. karena masih ada yang belum. yang InsyaAllah akan saya lanjutkan pada artikel berikutnya</span></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><span> </span></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><span><strong>KONFIGURASI KLIENT<br />
</strong><br />
untuk konfiguras klient, cukup sedernaha sekali, tinggal buka properti network card, kemudian set ip address yang satu net ID dengan ip server linux. dan gateaway ke ip address server linux:<br />
berikut adalah data- data lengkapnya : </span></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><span> </span></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span><span><span><br />
<strong><span>IP Address : 192.168.1.2<br />
Gateway : 192.168.1.1<br />
DNS : 202.169.234.3<br />
DNS : 202.169.234.4</span></strong></span></span></span></p>
<p style="text-align: justify"> <span><span><span><strong><span> </span></strong></span></span></span> <span><span><span> </span></span></span></p>
<p><span><span><span><span>Untuk sementara DNS masih harus ke DNS public. sebenarnya linux server bisa diinstallkan DNS server tetapi hanya sebagai Chace DNS. Untuk sementara ini dulu ya ? saya akan lanjutkan dengan bahasan selanjutnya yang lebih menarik tentunya.<br />
Kalo ada yang salah, tolong dikoreksi ya ?</span></span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taujago.web.id/index.php/2008/03/27/setting-linux-sebagai-internet-gateway/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar bagaimana belajar linux</title>
		<link>http://taujago.web.id/index.php/2008/02/29/belajar-bagaimana-belajar-linux/</link>
		<comments>http://taujago.web.id/index.php/2008/02/29/belajar-bagaimana-belajar-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 11:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taujago.web.id/index.php/2008/02/29/belajar-bagaimana-belajar-linux/</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang sebagai pemula dalam menggunakan linux, kita sering dibingungkan dengan perintah &#8211; perintah dasar ataupun utiliti yang ada di dalamnya. pernggunaan linux dengan text mode biasanya menjadi pilihan karena lebih cepat. dibandingkan dengan menggunakan grafis. cuman begitu banyaknya perintah2 dasar dan programn membuat kita bingung untuk mengetik apa.. nah..kali ini kita akan belajar bagaimana cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang sebagai pemula dalam menggunakan linux, kita sering dibingungkan dengan perintah &#8211; perintah dasar ataupun utiliti yang ada di dalamnya. pernggunaan linux dengan text mode biasanya menjadi pilihan karena lebih cepat. dibandingkan dengan menggunakan grafis. cuman begitu banyaknya perintah2 dasar dan programn membuat kita bingung untuk mengetik apa.. nah..kali ini kita akan belajar bagaimana cara belajar linux.. aneh. ya&#8230; hikss&#8230;</p>
<p>ok kita mulai saja&#8230; yang membuat linux dengan menggunakan command line menjadi lebih mudah adalah tersedianya manual cara penggunaan untuk hampir seluruh comand dasar dan program2 tertentu.. jikalau kita bingung mengetikkan perintah dan bingung  opsi &#8211; opsi apa saja yang kita gunakan, kita bisa membaca manualnya.. <span id="more-22"></span></p>
<p>format perintah linux secara umum seperti di bawah ini:</p>
<p><strong>#perintah [option] [argumen]</strong></p>
<p>terkadang kita bisa menggunakan command saja atau command dan option , command dan argumen atau kegita &#8211; tiganya. command, option dan argumen.. tergantung dari perintah apa yang kita gunakan. misalkan perintah ls</p>
<p>untuk melihat manual perintah ls, bisa kita lakukan dengan menggunakan perintah <strong>man namaperintah</strong>. Contoh :</p>
<p>#man ls</p>
<p>hasilnya sbb :</p>
<p><em>NAME<br />
ls &#8211; list directory contents</em></p>
<p><em>SYNOPSIS<br />
ls [OPTION]&#8230; [FILE]&#8230;</em></p>
<p><em>DESCRIPTION<br />
List information about the FILEs (the current directory by default).  Sort entries alphabetically if<br />
none of -cftuvSUX nor &#8211;sort.</em></p>
<p><em>Mandatory arguments to long options are mandatory for short options too.</em></p>
<p><em>-a, &#8211;all<br />
do not ignore entries starting with .</em></p>
<p><em>-A, &#8211;almost-all<br />
do not list implied . and ..</em></p>
<p><em>&#8211;author<br />
with -l, print the author of each file</em></p>
<p><em>-b, &#8211;escape<br />
print octal escapes for nongraphic characters</em></p>
<p><em>&#8211;block-size=SIZE<br />
use SIZE-byte blocks</em></p>
<p><em>-B, &#8211;ignore-backups<br />
do not list implied entries ending with ~</em></p>
<p><em>-c     with -lt: sort by, and show, ctime (time of last modification  of  file  status  information)<br />
with -l: show ctime and sort by name otherwise: sort by ctime</em></p>
<p><em>-C     list entries by columns</em></p>
<p><em>&#8211;color[=WHEN]<br />
control  whether  color is used to distinguish file types.  WHEN may be `never&#8217;, `always&#8217;, or<br />
`auto&#8217;</em></p>
<p><em>-d, &#8211;directory<br />
</em></p>
<p>perhatikan text berikut :</p>
<p><strong><em> ls &#8211; list directory contents</em></strong></p>
<p>bagian tersebut menjelaskan tentang deskripsi singkat perintah <strong>ls. </strong>kalo kita indonesiakan, artinya, kira2, menampilkan isi direktori&#8230; jadi, perintah <strong>ls</strong> adalah perintah untuk menampilkan isi direktori dan untuk melihat identitas file.</p>
<p>kalau kita perhatikan pada bagian</p>
<p><strong><em>SYNOPSIS<br />
ls [OPTION]&#8230; [FILE]&#8230;</em></strong></p>
<p>itu adalah cara penggunaan perintah ls</p>
<p>huruf kecil menandakan nama perintahnya. dan ini baku. perhatikan  <strong><em>[OPTION]&#8230;</em></strong>diketik dengan huruf besar artinya bisa diganti &#8211; ganti dengan option sesuai yang tertulis di manual. kemudian diapit oleh tanda <strong>[]</strong> artinya sifatnya opsional. boleh ditulis, dan boleh tidak. dan tanda<strong> &#8230; </strong>itu artinya, optionnya boleh lebih dari satu. Kemudian <em> <strong>[FILE]&#8230;</strong></em><em> </em>adalah nama file atau direktori. Karena diapit oleh karakter<strong> [] </strong>artinya sifatnya opsional. boleh ditulis boleh juga tidak. dan jumlahnya boleh ditulis lebih dari satu, dipisahkan dengan tanda spasi. berikut ini adalah contoh penggunaan perintah <strong>ls</strong>.</p>
<p><strong>#ls</strong></p>
<p>perintah di atas akan menghasilkan isi direktori aktual, dimana kita berada saat menjalankan perintah tersebut. misalkan, kita berada di direktori<strong> /home</strong>. maka hasilnya adalah isi direktori <strong>/home</strong>  . contoh yang lain :</p>
<p><strong>#ls -a </strong></p>
<p>perintah diatas, menuliskan option. option biasanya ditandai dengan tanda <strong>-</strong> . -a artinya menampilkan seluruh isi folder termasuk yang hidden. perhatikan pada bagian</p>
<p><em>   -a, &#8211;all<br />
do not ignore entries starting with .</em></p>
<p>mengingat format option adalah  <strong><em>[OPTION]&#8230; </em></strong>artinya, bisa dituliskan lebih dari satu. contoh :</p>
<p><strong>#ls -a -l -h</strong></p>
<p>atau dapat juga ditulis sbb:</p>
<p><strong>#ls -alh </strong></p>
<p>perintah di atas akan hasilnya adalah sbb :</p>
<p><strong>drwxr-xr-x  2 inixindo users  104 2008-01-09 07:41 .wapi<br />
-rw-r&#8211;r&#8211;  1 inixindo users 323K 2007-11-29 22:02 workshopatmajaya.pdf<br />
-rw&#8212;&#8212;-  1 inixindo users   53 2008-02-29 17:41 .Xauthority<br />
-rw-r&#8211;r&#8211;  1 inixindo users  193 2007-11-28 22:26 .xcompmgrrc<br />
-rw-r&#8211;r&#8211;  1 inixindo users 7.8K 2007-11-28 22:03 .xcoralrc<br />
drwxr-xr-x  2 inixindo users   20 2007-11-28 22:03 .xemacs</strong></p>
<p>hasilnya adalah menampilkan semua isi direktori, termasuk yang hidden (option -a) , ditampilkan secara list (option -l)  dan  dalam format humanreadable (option -h).</p>
<p>perintah <strong>ls</strong> bisa juga ditulis sbb :</p>
<p><strong>#ls /home</strong></p>
<p><strong>/home</strong> adalah direktori yang ingin dilihat. kita lihat lagi bahwa, formatnya, <em> <strong>[FILE]&#8230;</strong> </em>artinya, dapat ditulis lebih dari satu, dipisahkan oleh spasi. contoh :</p>
<p><strong>#ls /home /etc /tmp</strong></p>
<p>perintah diatas, akan menampilkan isi direktori <strong>/home</strong> <strong>/etc</strong> dan <strong>/tmp</strong> secara bersamaan.</p>
<p>karena, format perintah ls adalah  <strong><em>        ls [OPTION]&#8230; [FILE]&#8230; </em></strong>artinya kita dapat menggabungkan perintah, option dan argumen sekaligus. contoh :</p>
<p><strong>#ls -al /home /etc /tmp  </strong></p>
<p>gimana ? ngerti kan ?</p>
<p>intinya, kalo mau tau menggunakan perintah linux, bacalah manualnya..</p>
<p>contoh yang lain adalah perintah <strong>mkdir</strong></p>
<p>coba baca manualnya terlebih dahulu :</p>
<p><strong>#man mkdir</strong></p>
<p>hasilnya adalah sbb :</p>
<p><em>NAME<br />
mkdir &#8211; make directories</em></p>
<p><em>SYNOPSIS<br />
mkdir [OPTION] DIRECTORY&#8230;</em></p>
<p><em>DESCRIPTION<br />
Create the DIRECTORY(ies), if they do not already exist.</em></p>
<p><em>Mandatory arguments to long options are mandatory for short options too.</em></p>
<p><em>-m, &#8211;mode=MODE<br />
set file mode (as in chmod), not a=rwx &#8211; umask</em></p>
<p><em>-p, &#8211;parents<br />
no error if existing, make parent directories as needed</em></p>
<p><em>-v, &#8211;verbose<br />
print a message for each created directory</em></p>
<p><em>&#8211;help display this help and exit</em></p>
<p><em>&#8211;version<br />
output version information and exit<br />
</em></p>
<p>perhatikan pada bagian berikut :</p>
<p><strong> <em>       mkdir &#8211; make directories</em></strong></p>
<p>perintah mkdir adalah perintah yang digunakan untuk membuat directory atau folder. kemudian perhatikan cara menggunakannya :</p>
<p><strong> <em> mkdir [OPTION] DIRECTORY&#8230;</em></strong></p>
<p><strong><em>[OPTION] </em></strong>diapit oleh tanda <strong>[]</strong> artinya, boleh ditulis dan boleh juga tidak tetapi kalo ditulis, hanya satu saja. karena tidak ada tanda <strong>&#8230;</strong> setelahnya. kemudian <strong><em>DIRECTORY&#8230;</em></strong>haruslah ditulis karena tidak besifat opsional (tidak diapit oleh tanda <strong>[]</strong>) dan boleh ditulis lebih dari satu (karena ada tanda &#8230; setelahnya), dipisahkan dengan spasi. cohtoh :</p>
<p><strong>#mkdir direktori1</strong></p>
<p>perintah di atas akan membuat sebuah direktori baru bernama <strong>direktori1</strong>. contoh yang lain,</p>
<p><strong>#mkdir direktori2 direktori3 data musik</strong></p>
<p>perintah di atas akan membuat direktori bernama <strong>direktori2, direktori3, data </strong> dan direktori <strong>musik</strong> secara bersamaan. tentunya hal ini tidak bisa kita lakukan dengan menggunakan mode grafis. <img src='http://taujago.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>contoh lain</p>
<p><strong>#mkdir -p bunga/mawar/merah sate/madura laporan</strong></p>
<p>perintah diatas terdiri dari nama perintah yaitu <strong>mkdir</strong>  option <strong>-p </strong>dan tiga buah argumen masing masing <strong>bunga/mawar/merah</strong>,<strong>  sate/madura</strong>,<strong> </strong>dan <strong> laporan</strong></p>
<p>perintah di atas menggunaka opton -p. berikut ini adalah keterangan dari manualnya.</p>
<p><em> -p, &#8211;parents<br />
no error if existing, make parent directories as needed</em></p>
<p>perintah di atas akan membuat direktori <strong>merah</strong> yang berada di bawah direktori <strong>mawar</strong> dan direktori <strong>mawar,</strong> berada di dalam direktori <strong>bunga. </strong>jika direktori <strong>bunga</strong> dan <strong>mawar</strong> belum pernah ada, maka secara otomatis akan dibuatkan. hal ini dikarenakan kita menggunakan option <strong>-p.</strong> selain itu perintah di atas, akan membuat lagi sebuah direktori <strong>madura</strong> di dalam direktori <strong>sate. </strong>jika direktori <strong>sate</strong> sebelumnya belum pernah ada, maka otomatis akan dibuatkan. selain itu, akan dibuat satu lagi direktori yaitu <strong>laporan</strong></p>
<p>disinilah letak &#8216;kesaktian&#8217; command line dibandingkan menggunakan grafis.  untuk melakukan hal seperti di atas jika menggunakan mode grafis, akan butuh waktu lebih lama. sedangkan dengan command line, dapat dilakukan dengan satu baris perintah dan satu kali menekan tombol <strong>ENTER</strong>. dan tentunya tanpa memegang dan memencet  tikus  (baca: mouse komputer)</p>
<p>so, jangan segan &#8211; segan menggunakan command line di linux. memang awalnya lebih ribet tetapi kalo sudah terbiasa, waktu yang dibutuhkan akan lebih cepat untuk mengerjakan sesuatu. dan kalo anda berfikir command line itu susah, hm.. kayaknya gk deh&#8230; kan sudah ada manualnya.. tinggal baca, pakek..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taujago.web.id/index.php/2008/02/29/belajar-bagaimana-belajar-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setting DNS</title>
		<link>http://taujago.web.id/index.php/2008/01/21/setting-dns/</link>
		<comments>http://taujago.web.id/index.php/2008/01/21/setting-dns/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 09:44:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taujago.web.id/index.php/2008/01/21/setting-dns/</guid>
		<description><![CDATA[Konsep &#38; Cara Kerja DNS
DNS (Domain Name System) adalah suatu system yang mengubah nama host (seperti linux.or.id) menjadi alamat IP (seperti 64.29.24.175) atas semua komputer yang terhubung langsung ke Internet. DNS juga dapat mengubah alamat IP menjadi nama host.
DNS bekerja secara hirarki dan berbentuk seperti pohon (tree). Bagian atas adalah Top Level Domain(TLD) seperti COM, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 class="SECT1">Konsep &amp; Cara Kerja DNS</h1>
<p>DNS (Domain Name System) adalah suatu system yang mengubah nama <em class="EMPHASIS">host</em> (seperti linux.or.id) menjadi alamat IP (seperti 64.29.24.175) atas semua komputer yang terhubung langsung ke Internet. DNS juga dapat mengubah alamat IP menjadi nama <em class="EMPHASIS">host</em>.</p>
<p>DNS bekerja secara hirarki dan berbentuk seperti pohon (tree). Bagian atas adalah <em class="EMPHASIS">Top Level Domain</em>(TLD) seperti COM, ORG, EDU, MIL dsb. Seperti pohon DNS mempunyai cabang-cabang yang dicari dari pangkal sampai ke ujung. Pada waktu kita mencari alamat misalnya linux.or.id pertama-tama DNS bertanya pada TLD server tentang DNS Server yang melayani domain .id misalnya dijawab ns1.id, setelah itu dia bertanya pada ns1.id tentang DNS Server yang bertanggung jawab atas .or.id misalnya ns.or.id kemudian dia bertanya pada ns.or.id tentang linux.or.id dan dijawab 64.29.24.175</p>
<p>Sedangkan untuk mengubah IP menjadi nama <em class="EMPHASIS">host</em> melibatkan domain in-addr.arpa. Seperti domain lainnya domain in-addr.arpa pun bercabang-cabang. Yang penting diingat adalah alamat IP-nya ditulis dalam urutan terbalik di bawah in-addr.arpa. Misalnya untuk alamat IP 64.29.24.275 prosesnya seperti contoh linux.or.id: cari server untuk arpa, cari server untuk in-addr.arpa, cari server untuk 64.in-addr.arpa, cari server 29.64.in-addr.arpa, cari server untuk 24.29.64.in-addr.arpa. Dan cari informasi untuk 275.24.29.64.in-addr.arpa. Pembalikan urutan angkanya memang bisa membingungkan.<span id="more-14"></span></p>
<p class="SECT1">&nbsp;</p>
<hr />
<h1 class="SECT1"><a title="AEN14" name="AEN14"></a>DNS Server di Linux</h1>
<p>DNS Server di linux biasanya dijalankan oleh program yang bernama named. Program ini merupakan bagian dari paket bind yang dikoordinasikan oleh Paul Vixie dari The Internet Software Consortium. Biasanya program ini terletak di /usr/sbin/named dan dijalankan pada waktu booting dari /etc/rc.d/init.d/named start. Agar named dijalankan pada setiap booting masukkan named ke daftar server yang harus distart dengan menggunakan ntsysv.</p>
<p class="SECT2">&nbsp;</p>
<hr />
<h2 class="SECT2"><a title="AEN17" name="AEN17"></a>File Konfigurasi</h2>
<p>File konfigurasi untuk named adalah /etc/named.conf yang seperti biasa adalah text file. Format file ini seperti format program C atau Pascal yakni tiap perintah diakhiri dengan ‘;’ dan blok perintah di kurung dengan ‘&amp;lcub;’ dan ‘&amp;rcub;’. Ada beberapa blok yang sering digunakan yaitu:</p>
<dl>
<dt>options</dt>
<dd>untuk mengatur konfigurasi server secara global dan menentukan default </dd>
<dt>zone</dt>
<dd>untuk mengatur konfigurasi zona DNS </dd>
</dl>
<p class="SECT1">&nbsp;</p>
<hr />
<h1 class="SECT1"><a title="AEN29" name="AEN29"></a>Caching Only DNS Server</h1>
<p>Caching Only DNS Server akan mencari jawaban dari pertanyaan DNS dan mengingat jawabannya ketika anda bertanya lagi. Ini akan mempersingkat waktu tunggu pada pertanyaan DNS berikutnya terutama jika anda menggunakan koneksi yang lambat seperti modem.</p>
<p class="SECT2">&nbsp;</p>
<hr />
<h2 class="SECT2"><a title="AEN32" name="AEN32"></a>Konfigurasi</h2>
<p>File konfigurasi Caching Only DNS sudah disediakan oleh RedHat dalam paket caching-nameserver anda tinggal menginstal paketnya dan mengedit file /etc/named.conf dan menambahkan baris berikut pada blok options:</p>
<table bgcolor="#e0e0e0" border="0" width="100%">
<tr>
<td>
<pre class="PROGRAMLISTING">        forward first;
        forwarders {
          202.158.3.6;
          202.158.3.7;
        };</pre>
</td>
</tr>
</table>
<p>Kedua alamat IP diatas adalah alamat IP untuk DNS Server ISP saya yaitu CBN jika ISP anda berbeda anda harus menggantinya.</p>
<p class="SECT1">&nbsp;</p>
<hr />
<h1 class="SECT1"><a title="AEN37" name="AEN37"></a>Membuat Domain Sendiri</h1>
<p>Pada bagian ini kita akan membuat domain untuk jaringan lokal (LAN) misalnya intra.aki. Ada baiknya menggunakan domain yang benar-benar tidak ada di Internet sehingga kita tidak mengganggu domain siapa pun. Perlu diingat bahwa tidak semua karakter diperbolehkan untuk menjadi nama <em class="EMPHASIS">host</em> yang dibolehkan hanya A-Z, a-z, 0-9 dan karakter ‘-’. Selain itu nama <em class="EMPHASIS">host</em>itu tidak bergantung pada huruf besar atau huruf kecil, jadi linux.intra.aki dan LINUX.Intra.AKI adalah sama. Kita masih mengedit file yang berasal dari paket caching-nameserver.</p>
<p class="SECT2">&nbsp;</p>
<hr />
<h2 class="SECT2"><a title="AEN42" name="AEN42"></a>Tambahan di /etc/named.conf</h2>
<p>Pertama kita mengedit file /etc/named.conf untuk menambahkan baris berikut:</p>
<table bgcolor="#e0e0e0" border="0" width="100%">
<tr>
<td>
<pre class="PROGRAMLISTING">zone "intra.aki" {
        type master;
        notify no;
        file "intra.aki";
}</pre>
</td>
</tr>
</table>
<p>Yang berarti bahwa kita membuat zona domain intra.aki dimana kita adalah penguasa domain tersebut (type master) tetapi kita tidak ingin domain ini tersebar ke internet (notify no) dan informasi tentang anggota domainnya itu sendiri disimpan di file intra.aki di direktori yang ditentukan oleh <em class="EMPHASIS">keyword</em> direktory dari blok options yang berisi /var/named</p>
<p class="SECT2">&nbsp;</p>
<hr />
<h2 class="SECT2"><a title="AEN48" name="AEN48"></a>File Zona intra.aki</h2>
<p>Kemudian kita membuat file zona intra.aki yang berisi informasi tentang anggota domain</p>
<table bgcolor="#e0e0e0" border="0" width="100%">
<tr>
<td>
<pre class="PROGRAMLISTING">; Zone file for intra.aki
@               IN      SOA     ns.intra.aki.   root.intra.aki. (
                        2000091401 ; serial
                        8H ; refresh
                        3H ; retry
                        1W ; expire
                        1D ; default_ttl
                        )
                        NS      ns
                        A       192.168.1.100
                        MX      10 linux.intra.aki.
                        MX      20 other.extra.aki.
localhost               A       127.0.0.1
linux                   A       192.168.1.100
ns                      A       192.168.1.100
ftp                     CNAME   linux
pop                     CNAME   linux
www                     CNAME   linux.intra.aki
cctv                    A       192.168.1.3</pre>
</td>
</tr>
</table>
<p>Perhatikan tanda ‘.’ pada akhir dari nama domain di file ini. File zona ini mengandung 9 <em class="EMPHASIS">Resource Record</em>(RR): satu SOA RR, satu NS RR, tiga CNAME RR dan empat AA RR. SOA merupakan singkatan dari Start Of Authority. Karakter “@” berarti nama domain dari zona yaitu intra.aki jadi baris kedua diatas berarti</p>
<table bgcolor="#e0e0e0" border="0" width="100%">
<tr>
<td>
<pre class="PROGRAMLISTING">intra.aki.    IN     SOA ....</pre>
</td>
</tr>
</table>
<p>NS adalah Name Server RR. Tidak ada “@” pada awal baris karena baris diatasnya dimulai dengan ‘@’. Menghemat waktu mengetiknya. Jadi baris NS bisa juga di tulis</p>
<table bgcolor="#e0e0e0" border="0" width="100%">
<tr>
<td>
<pre class="PROGRAMLISTING">intra.aki.    IN     NS     ns</pre>
</td>
</tr>
</table>
<p>Ini memberitahu DNS <em class="EMPHASIS">host</em> mana yang menjadi name server bagi domain intra.aki yakni ns.intra.aki. ‘ns’ adalah nama yang biasa dipakai untuk name server, tetapi seperti web server yang biasa dinamakan www.anu namanya bisa diubah menjadi apapun.</p>
<p>Baris SOA adalah pembuka bagi semua file zona dan harus ada satu dalam setiap file zona. Baris tersebut menjelaskan zona, darimana dia datang (<em class="EMPHASIS">host</em> bernama ns.intra.aki), siapa yang bertanggung jawab atas isinya (<a href="mailto:root@intra.aki">root@intra.aki</a>), versi zona file (serial: 2000091401) dan parameter lainnya yang berhubungan dengan <em class="EMPHASIS">caching</em> dan <em class="EMPHASIS">secondary</em> DNS Server. Perlu diperhatikan bahwa ns.intra.aki haruslah nama <em class="EMPHASIS">host</em> dengan A RR. Tidak diperbolehkan membuat CNAME RR untuk nama yang disebutkan di SOA.</p>
<p>RR A mendefinisikan alamat IP dari suatu nama <em class="EMPHASIS">host</em> sedangkan CNAME mendefinisikan nama alias dari suatu <em class="EMPHASIS">host</em> yang harus merujuk ke RR lainnya.</p>
<p>Ada satu lagi tipe RR pada file ini yaitu MX atau Mail eXchanger. RR ini berfungsi untuk memberitahukan sistem mail kemana harus mengirim e-mail yang di alamatkan ke <a href="mailto:seseorang@intra.aki">seseorang@intra.aki</a> dalam hal ini linux.intra.aki atau other.extra.aki. Angka sebelum nama <em class="EMPHASIS">host</em> adalah prioritas MX. RR dengan angka terendah (10) adalah <em class="EMPHASIS">host</em> yang harus dikirimkan email pertama kali. Jika tidak berhasil maka e-mail bisa dikirim ke <em class="EMPHASIS">host</em> lain dengan angka yang lebih besar misalnya other.extra.aki yang mempunyai prioritas 20.</p>
<p class="SECT1">&nbsp;</p>
<hr />
<h1 class="SECT1"><a title="AEN71" name="AEN71"></a>Zona Reverse</h1>
<p>Zona Reverse diperlukan untuk mengubah dari alamat IP menjadi nama. Nama ini digunakan oleh berbagai macam server (FTP, IRC, WWW dsb) untuk menentukan apakah anda diperbolehkan mengakses layanan tersebut atau sejauh mana prioritas yang diberikan kepada anda. Untuk mendapatkan akses yang penuh pada semua layanan di Internet diperlukan zona reverse.</p>
<p class="SECT2">&nbsp;</p>
<hr />
<h2 class="SECT2"><a title="AEN74" name="AEN74"></a>Tambahan di /etc/named.conf</h2>
<p>Tambahkan baris berikut di /etc/named.conf</p>
<table bgcolor="#e0e0e0" border="0" width="100%">
<tr>
<td>
<pre class="PROGRAMLISTING">zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
        notify no;
        type master;
        file "192.168.1";
}</pre>
</td>
</tr>
</table>
<p>Seperti sebelumnya artinya kita membuat zona domain 1.168.192.in-addr.arpa yang tidak disebar ke internet dan disimpan di file /var/named/192.168.1</p>
<p class="SECT2">&nbsp;</p>
<hr />
<h2 class="SECT2"><a title="AEN79" name="AEN79"></a>File zona 192.168.1</h2>
<p>Sekarang kita membuat file zona 192.168.1 untuk domain 1.168.192.in-addr.arpa seperti berikut:</p>
<table bgcolor="#e0e0e0" border="0" width="100%">
<tr>
<td>
<pre class="PROGRAMLISTING">; Zone file for reverse zone 1.168.192.in-addr.arpa (192.168.1.x)
@               IN      SOA     ns.intra.aki.   root.intra.aki. (
                        2000072801 ; serial
                        28800 ; refresh
                        7200 ; retry
                        604800 ; expire
                        86400 ; default_ttl
                        )
@               IN      NS      ns.intra.aki.
100             IN      PTR     linux.intra.aki.
3               IN      PTR     cctv.intra.aki.</pre>
</td>
</tr>
</table>
<p>Ada RR baru disini yakni PTR yang berfungsi untuk memetakan IP ke nama host</p>
<p class="SECT1">&nbsp;</p>
<hr />
<h1 class="SECT1"><a title="AEN84" name="AEN84"></a>Security</h1>
<p>Jika anda memasang DNS server pada komputer yang berfungsi sebagai gateway antara jaringan internal anda dengan jaringan Internet serta DNS Server anda tidak melayani request dari luar (caching only DNS atau DNS untuk jaringan lokal saja) maka anda bisa membuat named untuk melayani hanya jaringan lokal saja dengan menambah baris berikut di dalam blok options:</p>
<table bgcolor="#e0e0e0" border="0" width="100%">
<tr>
<td>
<pre class="PROGRAMLISTING">listen-on { 127.0.0.1; 192.168.1.100; };</pre>
</td>
</tr>
</table>
<p>Sehingga named hanya membuka port pada interface loopback (127.0.0.1) dan eth0 (192.168.1.100).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taujago.web.id/index.php/2008/01/21/setting-dns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
